Majikan Dirampok Sopirnya Sendiri

Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap komplotan perampok yang menyekap dua penghuni rumah pengusaha konveksi. Dua pelaku yang berhasil diamankan adalah Rachmad Tito Ariyanto (26) dan Anggik Prasetiawan (32), keduanya asal Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.

“Jadi pada saat kejadian, pelaku yang masuk kedalam rumah adalah dua orang yakni dengan identitas pelaku atas nama Rachmad Tito Ariyanto dan Anggik Prasetiawan,” tutur Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard M Sinambela, Selasa (30/10/2018).

Salah satu dari kedua tersangka, Rachmad Tito Ariyanto pernah bekerja sebagai sopir majikan sang pemilik rumah tersebut, dia pula bertindak sebagai otak dari kejahatan ini.

Kejadian berawal pada hari Jumat 19 Oktober 2018, sekira pukul 23.30 WIB. Rumah pengusaha konveksi tersebut disatroni dua perampok. Rumah yang diduga kosong oleh pelaku, karena ditinggal pergi sang penghuninya, ternyata masih terdapat dua orang pekerja. Mereka bernama Sukanti dan Subandi.

Tersangka masuk kedalam rumah dengan cara memanjat pagar tembok belakang yang memang memiliki tinggi tidak lebih dari satu setengah meter. “Di TKP tidak ditemukan kerusakan pada kunci pintu depan, karena tersangka ini masuk melewati pagar tembok belakang,” lanjutnya.

Mendapati dua orang masih berada di dalam rumah, kedua tersangka kemudian menyekap korban. Sukanti, sang perawat masih mengenakan mukena diikat tangannya dengan kain. Pelaku juga menyekap Subandi menggunakan lakban lalu diikat dengan tali.

Dalam posisi terikat, kedua korban ditempatkan dalam sebuah kamar. Perampok itu pun mencari barang berharga pemilik rumah. “Awalnya pelaku ini mengincar uang, karena tak ditemukan akhirnya mengambil secara paksa kunci mobil Toyota Innova,” kata Leonard.

Mobil Hasil Curian Dijual ke Penadah
Mobil hasil curian dengan plat nomor L 1893 KI tersebut kemudian dibawa ke Sidoarjo untuk dijual kepada orang lain. Oleh pembeli, mobil itu kemudian dijual ke pihak lain hingga dibawa ke Bali.

Tak pelak, para pembeli ini turut diringkus tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim karena dianggap sebagai penadah. “Membeli barang hasil curian, mereka adalah Kholil, Jazuli dan Kholili,” singkatnya.

Total tersangka yang ditangkap polisi atas kasus pencurian dengan kekerasan karena ada unsur penyekapan didalamnya kali ini sebanyak lima orang. Belakangan, kelima orang tersangka ini juga saling kenal.