Lebih 700 LGBT Meresahkan Cimahi

Lantaran kadung viral dan jadi pembicaraan, kontes gay Nusantara yang rencananya diselenggarakan di Bali, akhirnya dibatalkan. Kendati demikian, hal tersebut tetap membuat syok banyak pihak.

Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna, mengaku kecolongan dengan adanya populasi Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Kota Cimahi yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Saya jelas kaget, apalagi lihat ada 705 orang LGBT. Tentu kami kecolongan. Makanya saya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian membahas hal ini, perlu ada pengawasan menyeluruh terkait keberadaan mereka,” kata Ajay saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jumat (12/10).

Menurutnya, LGBT bukan semata urusan hak azasi seseorang dalam konteks seksual. Lebih dari itu, keberadaan kaum LGBT bertolak belakang dengan visinya sebagai walikota untuk menjadikan Cimahi kota yang agamis, maju, dan berbudaya.

“Agamis, maju, dan berbudaya yang saya usung jelas sangat tidak sejalan dengan mereka. Mereka melanggar norma agama, norma budaya Indonesia yang sangat ketimuran,” ujarnya.

Dia mengaku siap menjembatani para kaum LGBT agar bisa kembali pada kodratnya yang seharusnya berpasangan dengan wanita pada umumnya.

“Kalau ada, kami siap menjadi konselor buat mereka. Kita akan coba arahkan mereka ke jalur yang benar dan seharusnya. Tapi pasti memang sulit, dari cara melacak keberadaan mereka dan mengembalikan mereka ke kodratnya,” tegasnya.