Kapolresta Manado: Pemabok Jalanan Jadi Prioritas Pemberantasan

MANADO – Forum Keadilan.com,(22/10/2018) Kapolresta Manado Kombes Pol FX Surya Kumara mengakui masalah utama yang dihadapi dalam pengamanan di wilayah Manado adalah pemabok jalanan. Karena itu, pihaknya meminta jajarannya hingga tingkat polsek untuk memberantas orang mabuk di Jalanan. Prioritas lainnya masalah senjata tajam (Sajam).

“Karena kejahatan kriminal di Manado paling banyak diakibatkan dua hal ini, mabuk dan sajam. Makanya saya tegaskan harus diberantas. Bahkan saya sudah minta hingga ke Polsek jangan tidur. Mari kita buat Kota Manado kian aman, tentram dan menekan gangguan dua hal ini,” tegas Mantan Kapolres Minahasa Selatan.

Dijelaskan, cara yang efektif dalam menekan dua hal itu dengan patroli keliling kota selama 24 jam. Juga bekerja keras memberantas kriminal terutama pada malam Minggu. Mengingat, jika malam minggu ternyata banyak muda-mudi sering pesta minuman keras (miras). “Kalau semakin banyak orang miras ancaman kriminal juga kian tinggi. Untuk itu saya minta anggota jangan lelah lakukan patroli,” tandasnya.

Patroli dengan mengoptimalkan peran Sabhara dengan pola 5-8. Dengan kata lain, lima hari kerja 8 jam. “Itu saya bagi menjadi enam shift, dua regu. Namun pada hari Senin, Selasa, Rabu, delapan jam hanya satu shift yang bergerak. Jadi satu harinya tiga shift. Cara ini sangat bagus untuk menekan pesta miras dan sajam.” tegasnya serius.

Namun, sambung Kombes Pol. Surya, jika situasi kontijensi maka pada hari Jumat Sabtu malem minggu diberlakukan dua shift delapan jam. “Jadi lebih tebal, satu regu delapan orang baik Polwan maupun Polki. Cara ini sudah berlangsung sejak Maret 2018, yang launchingnya langsung Pak Kabarhakam,” paparnya.

Polda ini dijabarkan sesuai dalam Perkabarhakam nomer 1 tahun 2017 tentang patroli. Isinya ada salah satu yang mengatur pembagian shift dan regu dan pola. “Memang, pola 5-8 sangat efektif dan its oke. Dan dalam menerapkan pola ini, tidak ada polisi yang lelah. Mau ada telpon jam berapa aja tiap saya pencet langsung siap komandan, langsung ada di TKP,” lontarnya.

Dengan langkah ini, kata mantan Kasubditlatsatwa Dit Polsatwa Korsabhara Baharkam Polri, membikin trust masyarakat semakin
tinggi ke kepada polisi. “Jadi jika ada informasi ada gerombolan minum-minuman keras maka langsung ditangani. Kini kami dengan Pemda tengah membicarakan sanksinya. Masalah ini sudah saya lempar ke forum bidang hukum mulai BNN, Kejaksaan, juga Kepolisian,” ucapnya.

Dilanjutkan, ini merupakan program unggulan patroli Sabhara Polresta Manado, yang selalu mengawal di tempat yang rawan pesta miras maupun pemabok jalanan. “Saya pernah menangkap 300 orang mabok dalam satu malam. Saya kumpulkan, saya apelkan jadi tiga kompi dan saya suruh upacara bendera dan pembinaan bersih-bersih bersama. Dengan cara ini diharapkan mereka jera,” paparnya.

Memang Sejak dilantik menjadi Kapolresta Manado, Kombes Pol FX Surya Kumara terus berupaya menghadirkan terobosan baru baik untuk mengurangi pemabok jalanan, kepadatan lalu lintas maupun menekan angka kriminalitas.

Untuk menekan angka kriminalitas di Kota Manado, Kapolresta memberikan target bagi setiap polsek yang ada di Manado. “Kalau malam Kapolsek memimpin patroli. Saya targetkan minimal setiap polsek dapat melaporkan telah mengamankan lima orang mabuk. Itu saya targetkan setiap kapolsek minimal lima terutama di sekitar kota. Pasti dapat itu,” ungkapnya.

Lanjut kapolresta, karena penyebab tindak kriminal itu sebagian besar disebabkan karena miras. “Kalau mabuk di pinggir jalan itu rawan, tapi kalau di dalam kamar saya tidak menyuruh melakukan penangkapan. Bahkan saya pernah mentargetkan minimal orang mabuk yang harus diamankan setiap harinya ada 75 orang,” sambungnya. (Musrifah)