Habis Dikibuli Ratna Sarumpaet, Kubu Prabowo Mengeluh Merasa Dikepung

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengungkapkan, saat ini merupakan hal yang terberat bagi Prabowo dalam berkontestasi dalam pesta demokrasi di Indonesia itu. Menurutnya, Prabowo seperti dikepung dengan suasana yang selalu tidak kondusif.

Muzani mencontohkan banyaknya Bupati, Wali Kota, dan Gubernur yang seperti dikerahkan untuk memenangkan Jokowi-Ma’Ruf Amin. “Sudah tiga kali beliau ikut dalam pilpres, dan kebetulan saya menjadi sekjen partai yang mengusung beliau. Kami merasa kali ini menjadi bobot yang terberat bagi beliau untuk maju sebagai presiden. Kami merasa dulu 2009 tidak ada pengerahan bupati, wali kota, gubernur semasif seperti ini. Kali ini, mereka seperti dikerahkan untuk mendukung pak Jokowi-Ma’ruf,” kata Muzani saat ditemui di Gedung Nusantara III, Komplek DPR RI, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Muzani menambahkan, pihaknya juga heran dengan lembaga-lembaga survey yang mereka pinta pertolongan namun menolak dengan berbagai macam alasan. “Selain itu Kami juga merasakan di pemberitaan media hampir semua menampilkan kegiatan penguasa. hampir tidak ada pemberitaan yang berimbang,” ucap Muzani.

Kami merasakan, Lanjut Muzani, bagaimana pengusaha-pengusaha membantu kami dan bersembunyi. “Karena mereka mengatakan proyek kami dengan pemerintah, APBD, APBN terancam kalau terang-terangan memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi,” bebernya.

Lebih jauh, Muzani mengungkapkan bahwa pihaknya juga merasa bahwa saat ini pendukung Prabowo-Sandi dibuat kebingungan. Hal itu dikarenakan, banyaknya isu-isu yang seakan-akan ingin menggerus elektabilitas Prabowo-Sandi. Salah satunya dengan kabar yang sedak marak saat ini yaitu kebohongan Ratna Sarumpaet yang terus digoreng.

“Jadi, kami merasa Prabowo dikepeng. Prabowo tidak pernah dalam suasana survey yang unggul. Tidak boleh dalam suasana yang dimungkinakan untuk menang. Pemberitaan Prabowo tidak boleh positif, rakyat yang mendukungnya seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Sudah tiga kali Prabowo Subianto mengikuti Pemilihan Presiden, yang pertama itu terjadi pada 2009, kala dia menjadi calon wakil presiden dari Megawati Soekarno Putri. Setelah itu, pada 2014, saat menjadi calon Presiden bersama pasangannya, Hatta Rajasa. Pada 2019 mendatang, Prabowo kembali akan bersaing dengan Jokowi.