Gara-Gara Termakan Cerita Ratna, Prabowo Dipolisikan

Calon presiden, Prabowo Subianto, dilaporkan oleh sejumlah pengacara yang tergabung dalam Advokat Pengawal Konstitusi ke Bareskrim Polri.
Ketua Umum Partai Gerindra tersebut dilaporkan setelah diduga ikut menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan terhadap aktivis  Ratna sarumpaetSelain Prabowo, Wakil Ketua Partai Gerindra, Fadli Zon, juga ikut dilaporkan terkait perkara yang sama.
“Yang pertama saya kira saudara Prabowo dan Fadli Zon, karena yang sementara kami rasa yang rajin ngomong dua orang ini, yang kami tangkap,” ujar anggota Advokat Pengawal Konstitusi, Saor Siagian, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/3/2018).

Meski dalam konferensi yang digelar sore ini, Ratna telah mengaku berbohong ke semua pihak termasuk Prabowo dan Fadli Zon. Namun menurut Saor, polisi harus mengusut keterlibatan pihak lain dalam menyebarkan kebohongan ini termasuk Prabowo.

“Kami menangkap, kalau saat ini saudara Ratna mengaku berbohong kepada  saudara Prabowo, kita harus ingat pernyataan saudara Prabowo itu bukan hanya hitungan satu menit dua menit, tapi satu hari saudara Ratna Sarumpaet tidak memberikan komentar,” tegas Saor.

“Kami dorong kepolisian supaya menuntaskan ke akar-akarnya,” tambah Saor.

Laporan Advokat Pengawal Konstitusi diterima polisi dengan nomor LP/B/1239/X/2018/BARESKRIM tertanggal 3 Oktober 2018.

Tidak hanya Advokat Pengawal Konstitusi, Komunitas Pengacara Indonesia Pro Jokowi (Kopi Pojok) yang diwakili oleh Farhat Abbas juga melakukan pelaporan terhadap kubu Prabowo-Sandiaga ke polisi terkait dugaan berita bohong penganiayaan Ratna.

Farhat melaporkan 17 nama politikus. Adapun pihak yang dilaporkan Farhat mulai dari  Prabowo Subianto hingga Rachel Maryam.

“Kami melaporkan 17 tokoh nasional serius dan calon presiden,” ujar Farhat Abbas seusai melaporkan.

Farhat menganggap berita bohong mengenai penganiayaan Ratna yang disebar merugikan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Farhat menganggap para politikus mempergunakan berita Ratna untuk menjatuhkan Jokowi.

“Cerita ini dimanfaatkan Prabowo dan Amien sebagai kampanye hitam menjatuhkan calon presiden saya nomor 1,” ungkap Farhat.