Dua Patahan Aktif Berpotensi Memicu Gempa Di Surabaya

Setelah beberapa rentetan bencana gempa bumi di Indonesia, terbaru gempa 6.4 SR di 55 Km timur laut Kabupaten Situbondo, Pemkot Surabaya nampaknya harus bersiaga.

Hal ini dikarenakan, berdasarkan kajian Amien Widodo selaku Pakar Kebumian dan Bencana ITS Surabaya, Kota Surabaya memiliki dua patahan aktif yang berpotensi menimbulkan gempa dengan magnitudo besar.

“Patahan ini adalah Sesar Surabaya dan Sesar Waru. Keduanya ini berpotensi untuk menimbulkan gempa besar. Sampai dengan angka 6.5 SR,” kata Amien.

Kondisi tanah endapan di Surabaya, menurut Amien juga memiliki potensi untuk turut memperbesar amplitudo gempa yang terjadi. Bukan hanya itu saja, hal ini juga bisa berujung pada likuifaksi seperti yang terjadi di Gempa Palu.

“Salah satu buktinya bisa dilihat dari retaknya Jalan Mayjen Sungkono. Padahal itu jalan beton. Tapi tentu fenomena ini masih kita kaji lebih lanjut,” jelasnya.

Amien Widodo mengaku, saat ini Ia bersama tim tengah terus melakukan penelitian lebih lanjut terkait potensi gempa bumi di Kota Surabaya.

“Tes pengeboran akan kami lakukan di beberapa tempat di Surabaya untuk melakukan uji terkait bahaya gempa tersebut,” tambah Amien.

Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 SR yang terjadi di wilayah Jawa Timur dan Bali pada Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB, juga terasa di Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan data BMKG, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 KM arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 KM.

Sehingga, umumnya hampir seluruh daerah di Kota Gandrung merasakan getaran itu. Data ini sesuai dengan laporan relawan dari Pusat Pengendali dan Operasi, Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Meski demikian, sejauh ini wilayah Banyuwangi masih dalam kondisi aman. Belum terdapat laporan mengenai dampak akibat gempa tersebut.

“Mohon laporkan dampak gempa dari seluruh kecamatan se Banyuwangi,” tulis Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharam.

Namun, laporan relawan menyebutkan guncangan gempa terasa hampir semua kecamatan di Banyuwangi. Meski demikian tak menimbulkan kerusakan maupun korban.

“Laporan dampak gempa Situbondo di Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Kalibaru, Giri, Siliragung, Pesanggaran, Glenmore, Genteng, Banyuwangi Kota, Rogojampi, semua nihil,” terangnya.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=6,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,47 LS dan 114,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada kedalaman 12 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust flores.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi di wilayah Laut Bali ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dan Situbondo dalam skala intensitas III-IV MMI, Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan III MMI. Hingga pukul 05.30 WIB dilaporkan adanya beberapa kerusakan bangunan rumah di Kopedi, Kecamatan Bluto, Kertasada, Kecamatan Kalianget, Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep dan 1 bangunan masjid di Desa Gendang Timur, Kecamatan Sepudi, Kabupaten Sumenep yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Selain itu, gempa ini juga menimbulkan korban 3 orang meninggal dunia di Jambusok Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 05.30 WIB, BMKG telah mencatat 10 kejadian gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya