Dibakar Api Cemburu, Istri Disekap 13 Bulan Dan Dipukuli

Halima (31), warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep melaporkan suaminya, Matrawi, ke Polres Sumenep. Laporan dengan tuduhan telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Korban melapor ke Polres setelah dianiaya suaminya menggunakan celurit. Akibatnya, pelapor mengalami luka berdarah dan memar di tubuhnya. Diduga suaminya ini cemburu terhadap korban,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, Iptu Agus Suparno, Selasa (30/10/2018).

Kasus KDRT itu berawal ketika Matrawi mencurigai istrinya (korban) telah berselingkuh dengan laki-laki lain. Namun korban menyangkal tuduhan itu. Tetapi Matrawi tetap tidak percaya dan emosi. Ia mengambil sebilah celurit yang masih ada sarungnya, kemudian membacokkan ujung celurit ke korban. Korban pun mengalami luka dan berdarah.

“Tersangka seperti tidak puas. Ia kembali memukulkan celurit ke betis kanan dan paha kiri korban hingga memar,” terang Agus.

Penganiayaan itu kembali terjadi keesokan harinya. Suami korban kembali marah-marah, kemudian mengambil celurit dan memukulkan ke istrinya, mengenai bagian belakang, tepatnya di rusuk sebelah kanan. Korban luka memar akibat pukulan celurit itu.

KDRT yang dialami korban tidak hanya itu. Menurut penuturan korban, selama 13 bulan belakangan ini, suaminya selalu menyekap dirinya di dalam kamar, apabila suaminya pergi.

“Jadi si istri ini dikunci di dalam kamar. Dikunci dari luar oleh suaminya, kemudian kuncinya dibawa pergi suaminya,” ungkap Agus.

Karena tidak tahan dengan perilaku suaminya, korban memilih melapor ke Polres Sumenep. “Laporannya sudah kami proses. Kasusnya tengah ditangani Satreskrim Polres Sumenep,” ucapnya.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.