Bos Miras Cicalengka Diganjar 20 Tahun

Puluhan warga Cicalengka tewas akibat miras oplosan. Pembuat, istri dan pegawainya diputus bersalah. Hukuman lebih ringan dari tuntutan Jaksa.

Pengadilan Negeri Bale Bandung, Baleendah, menjatuhkan hukuman pada bos miras oplosan di Cicalengka, Sansudin Simbolon, 20 tahun pidana penjara. Vonis tersebut lebih rendah dari jaksa yang menuntut terdakwa pidana penjara seumur hidup. Putusan untuk Samsudin dibacakan oleh hakim ketua Titi Maria Romlah SH. Sansudin terbukti bersalah telah meracik dan menjual miras hingga menyebabkan puluhan jiwa melayang di Cicalengka.

Di persidangan Sansudin mengenakan baju tahanan oranye dan celana hitam. Saat pembacaan putusan, Samsudin terus menundukan kepalanya. “Menyatakan terdakwa Samsudin Simbolon terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, meracik dan menjual barang yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” kata Titi membacakan amar putusan.

Samsudin bersalah melanggar Pasal 204 KUHPidana ayat 2 (kumulatif). “Atas kesalahan tersebut majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada saudara (Sansudin Simbolon) dengan hukuman penjara selama 20 tahun,” ujar majelis hakim.

Sebelum membacakan amar putusannya, hakim terlebih dahulu membacakan hal memberatkan dan meringankan terdakwa. “Sementara yang memberatkan perbuatannya membuat orang lain meninggal dunia dan beberapa orang dirawat,” katanya.

Setelah hakim mengetuk palu, Samsudin meminta waktu untuk pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak. Terdakwa diberikan waktu seminggu untuk berpikir.

Dicegat wartawan seusai persidangan, Samsudin mengaku belum menerima apa yang menjadi putusan majelis hakim. Namun ia mengaku tidak mengerti soal hukum sehingga tak banyak berkomentar. “Saya enggak bisa komentar, saya enggak ngerti hukum. Kami akan berpikir terlebih dahulu (meminta waktu),” ujar Sansudin saat berjalan menuju ruang tahanan PN Bale Bandung.

Sementara itu, istri big bos miras oplosan ‘gingseng’ Sansudin Simbolon, Hamciak Manik, pingsan usai mendengar putusan majelis hakim di ruang sidang V Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Bale Bandung, Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin 22 Oktober 2018. Hamciak Manik divonis 7 tahun penjara, lebih ringan 3 tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut 10 tahun kurungan penjara.

Istri Sansudin ini terbukti bersalah karena ikut terlibat bersama sang suami dalam memproduksi dan menjual miras oplosan. Sebelum membacakan amar putusan, hakim ketua Itong Isnaini sempat menanyakan kondisi fisik Hamciak. Untuk memastikan dirinya sehat, terdakwa ini dipersilakan berdiri untuk mendengar amar putusan, perempuan yang mengenakan pakaian putih ini pun berdiri.

Setelah dipastikan kuat barulah hakim ketua pun membacakan putusannya dan Hamciak pun dinyatakan bersalah dan divonis 7 tahun penjara oleh majelis hakim.”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Hamciak Manik oleh karena itu dengan pidana penjara selama 7 tahun,” ujar Hakim Ketua Itong Isnaini SH MH di ruang sidang.

Seketika terdakwa menitikan air matanya di hadapan majelis hakim kemudian menyekanya dengan tisu yang ada di tangannya. Setelah selesai pembacaan amar putusan, terdakwa dipersilakan duduk, dan terdakwa tampak kembali sesenggukan.

Nampaknya, karena tak kuat menahan beban deritanya yang harus mendekam di jeruji besi selama 7 tahun, Hamciak pun tumbang pingsan, matanya terpejam dan kepalanya menengadah ke belakang.

Beruntung terdakwa lain Julianto Silalahi yang berada tepat di belakang sigap menahan tubuh majikannya tersebut. Lalu kuasa hukum dan anggota keluarga yang berada di ruangan tersebut membopong tubuh Hamciak ke ruang pengacara yang berada di belakang ruangan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung menjatuhkan hukum 20 tahun penjara kepada Bos miras oplosan Sansudin Simbolon. Dalam sidang yang dipimpin oleh Titi Maria Romlah di Pengadilan Negeri Bale Bandung, Senin (22/10/2018),
Source: YouTube

Mereka tampak sedih melihat anggota keluarganya yang harus menanggung beban berat kurungan penjara selama 7 tahun. Bahkan ada beberapa sanak saudara mereka juga yang ikut menangis.

Menurut hakim, Hamciak terbukti turut serta dalam bisnis haram yang merenggut nyawa puluhan orang dan menyebabkan puluhan orang lainnya dirawat di rumah sakit. Sesuai Pasal 204 ayat 2 KUHPidana dia dinyatakan bersalah.

Untuk terdakwa lainnya yang merupakan karyawannya yang bertugas menjual miras oplosan tersebut di kios miliknya yakni Julianto Silalahi divonis 13 tahun penjara. Putusan ini lebih ringan jika dibandingkan dengan tuntutan jaksa yakni 17 tahun penjara.

Julianto juga terbukti bersalah karena ikut membantu menjual atau mengedarkan miras milik terdakwa Sansudin Simbolon. “Selain menjaga warung atau kios, saudara Julianto juga terbukti mengirim dan mengantarkan atau mendistribusikan miras yang dijualnya,” ujar Hakim Ketua.

Hukuman ketiga terdakwa miras oplosan yang menewaskan hingga 47 orang ini divonis lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum.

Hakim menilai ada faktor-faktor yang meringankan ketiga terdakwa tersebut. “Tapi dalam putusan kami, karena melihat ada faktor-faktor yang meringankan terdakwa. Sansudin Simbolon mengakui perbuatannya, belum pernah dihukum, dan menyesali perbuatannya,” tutur Humas sekaligus anggota majelis hakim, Heru Hendarto SH MH di Pengadilan Negeri Bale.

“Begitupun kedua terdakwa lainnya (Hamciak dan Julianto) dalam hal ini kita kurangi karena ada unsur yang meringankan terdakwa.”

Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi termasuk saksi ahli ditambah beberapa jumlah bukti berupa foto, 224 dus dan 5.736 botol miras, kemudian alkohol, etanol dan metanol bahkan bunker sebagai tempat produksi miras tersebut, ketiga terdakwa ini terbukti bersalah. “Faktanya itu perbuatan Sansudin Simbolon yang meramu, mencampur segala sesuatu kemudian diedarkan dan diketuai sendiri oleh istrinya (Hamciak) dan dijual oleh keponakannya Julianto Silalahi,” tuturnya.

“Maka sesuai dengan fakta secara tersurat dan tersirat bahwa mereka mengakui perbuatannya.”

Dari putusan vonis yang dibacakan oleh majelis hakim tersebut baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum masih meminta waktu untuk berpikir-pikir terlebih dahulu. Oleh karena itu mereka diberi tenggang waktu 7 hari sejak dibacakannya putusan untuk memberikan sikap.

Samsudin Simbolon ditangkap tim gabungan Polres Bandung dan Dit Res Narkoba Polda Jawa Barat. Ia ditangkap pada April 2018 di perbatasan Sumsel dan Jambi. Sebelumnya polisi menetapkan Samsudin sebagai buronan kasus miras. Pria tersebut mendistribusi dan membuat miras oplosan. Miras tersebut mematikan. Tercatat 45 orang warga Kabupaten Bandung tewas usai menenggak miras yang disebut-sebut berjenis ginseng. JOKO MARDIKO