Tersingguk Kiainya Dihina Fadli Zon, Wasekjen Gerindra Mundur

Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra, M. Nuruzzaman resmi mundur dari jabatannya karena kecewa dengan sikap pimpinan Gerindra, Fadli Zon.

Nuruzzaman marah atas tindakan Fadli Zon yang menurutnya telah menghina Dewan Petimbangan Presiden (Watimpres) Yahya Choli Staquf.

“Kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil Staquf terkait acara di Israel yang diramaikan dan dibelokkan menjadi hal politis terkait isu ganti Presiden,” ungkap Nuruzzaman.

Nuruzzaman sendiri menyatakan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai melalui keterangan tertulisnya yang diterima media.

“Saya Mohammad Nuruzzaman, kader Gerindra, hari ini mundur dari Partai Gerindra dan saya pastikan, saya akan berjuang untuk melawan Gerindra dan elite busuknya sampai kapan pun,” ungkap Nuruzzaman.

Selain alasan kekesalan pada Fadli Zon, ia mengaku keinginannya untuk mundur sebenarnya sudah lama terbersit atau sejak Desember 2017.

Pertimbangannya, menurut dia, manuver Gerindra saat ini dinilai terlalu patriotik dan lebih menjadi corong kebencian yang mengamplifikasi kepentingan politik praktis.

Dia bahkan menyebut, nilai Indonesia Raya telah hilang di setiap kader partai. “Makin parah lagi, pengurus Gerindra makin liar ikut menari pada isu SARA di kampanye Pilkada DKI di mana saya merasa sangat berat untuk melangkah berjuang karena isi perjuangan Gerindra hanya untuk kepentingan elitenya saja sambil terus menerus menyerang penguasa dengan tanpa data yang akurat,” ungkapnya.

Menurutnya, isu SARA sudah melampaui batas, ditambah kontribusi elite Gerindra yang haus kekuasaan tanpa peduli pada rakyat.

“Dan kemarahan saya memuncak karena hinaan saudara Fadli Zon kepada kiai saya, KH Yahya Cholil,” tandasnya.