Purnawirawan Polisi Membuka Judi Sabung Ayam

Polisi  memburu Herman pemilik tempat judi yang juga  purnawirawan Polri, dan tugas terakhir di Mapolda Jatim.

Wakasat Sabhara Polresta Sidoarjo AKP Slamet Hariyanto mengatakan pemilik tempat Judi tersebut rumahnya tak jauh dari lokasi arena, yakni  di Pangkemiri Kecamatan Tulangan,

“Jarak rumah pemilik arena dengan arena yang sudah dibangun megah itu hanya berjarak 50 meter saja,” katanya Minggu (2/9/2018).

Saat penggerebekan, Slamet mengaku langsung masuk dalam rumah pemilik. Namun, kondisinya sudah sepi dan pemilik rumah melarikan diri. Dia mengaku kaget saat memeriksa ruangan, ada sebuah foto. “Saya mengenal foto itu. Dia mantan anak buah saya saat tugas di Mapolda Jatim,” terangnya.

Slamet menuturkan, setelah mengetahui identitas pelaku, polisi melakukan pengembangan kasus dan lekas berupaya menangkap Herman secepatnya. “Identitas sudah kami kantongi dan terus kami lakukan pengejaran dan ditangkap,” tegas mantan Waka Polsek Candi itu.

Arena judi sabung ayam dan lainnya itu, selama ini terkenal beroperasi terang-terangan dan seakan tidak ada yang berani menggerebek karena diduga dilindungi pensiunan polisi yang tak lain pemilik arena.

Keberadaan judi di Desa Pangkemiri sebenarnya memicu perdebatan di kalangan warga. Ada sejumlah warga yang menolak. “Arena itu banyak yang menolak, namun tidak sedikit yang mendukung,” beber Slamet.

Kepala Desa Pangkemiri, Mulyono menjelaskan pihak desa sebenarnya sudah berulang kali memberikan peringatan melalui himbauan lisan untuk dihentikan, namun tidak digubris.

Banyak warga yang resah dengan kegiatan perjudian adu ayam jago tersebut. Tapi Mulyono mengaku tak bisa berbuat banyak karena pemiliknya adalah aparat. “Saya sudah berulang-ulang menegur secara lisan, tapi tak dianggap,” tuturnya kesal.

Praktik judi di Desa Pangkemiri itu sebenarnya sudah berjalan sejak lima tahun lalu. Setiap hari aktifitas tersebut berjalan. Omset tiap bulannya mencapai Rp 100 juta. Sayangnya pelanggaran itu seolah dibiarkan. Polisi seakan menutup mata

Cara lain digunakan Mulyono dan sempat melaporkan kegiatan itu ke Polsek Tulangan. Polsek sepertinya juga tidak berhasil menyapu bersih penyakit masyarakat itu.

Kapolsek Tulangan AKP Nadzir Syah Basri ketika dikonfirmasi kemarin mengatakan polsek sejatinya tidak tinggal diam. Berulang kali, perjudian itu ditindak. Terakhir saat bulan puasa lalu. Namun tidak membuahkan hasil. “Kami hanya mengamankan pelaku. Tidak ada barang bukti,” paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sat Sabhara Polresta Sidoarjo menggerebek arena judi di desa Pangkemiri, Tulangan. Dari operasi itu petugas menangkap 35 pelaku. Selain itu petugas mengamankan 110 unit motor, 20 ayam aduan, kartu remi, serta peralatan judi