Prajurit TNI-AU Disekap Lalu Dianaya Pengusaha Play Station

Petugas POM yang Membebaskan Ditikam Obeng

Pelda Muhammad Chalik disekap.  Prajurit TNI-AU yang bertugas di Dinas Logistik Lanud Soewondo Medan ini, juga dianaya. Kepalanya dipukul stik baseball. Punggungnya beram dihantam benda keras. Chalik pun bersimbah darah. Pelaku penganiayaan sadis itu adalah Jhoni, pengusaha service Play Station (PS), dan rekannya.

Tragedi penganiayaan terjadi di toko service PS milik Jhoni di Jalan Brigjend Hamid Medan, Minggu (23/9/2018) pukul 20.15 WIB. Akibat penyekapan dan penganiayaan itu, Pelda M Chalik terpaksa dilarikan ke RS Putri Hijau untuk mendapatkan perawatan intensif.

Pelda Muhammad Chalik

Kejadian bermula saat anak Chalik hendak menservis PS ke toko Jhoni. Biaya servisnya tidak ditentukan dengan alasan diperiksa terlebih dahulu kerusakannya. Anak Chalik pun meninggalkan PS itu dengan bukti tanda terima penyerahan.

Beberapa jam kemudian, anak Chalik mendapat telepon dari Jhoni yang menyebut PS-nya rusak dan biaya perawatannya sangat fantastis. Karena dinilai terlalu mahal, anak Chalik pun langsung mendatangi toko tersebut untuk membatalkan sekaligus mengambil kembali PS miliknya.
Alangkah terkejutnya anak Chalik ketika hendak mengambil PS miliknya dikenakan biaya Rp 100.000. Merasa service tak jadi, dan tidak cukup membawa uang, ia pun pulang ke rumah lalu memberitahukan masalah ini kepada Chalik.

Selanjutnya Chalik mendatangi toko dan menanyakan kepada Jhoni soal PS yang belum direparasi namun dikenakan biaya tinggi. Saat itu, karyawan service menyebutkan bahwa uang itu untuk biaya kwitansi dan biaya checkin trouble.  Tidak terima dengan perkataan sang karyawan toko yang dinilai penuh alasan, Chalik pun protes.

Saat itulah, Jhoni bersama rekannya Indra Jaya langsung menyekap Chalik di dalam toko. Chalik dipaksa dan diintimidasi. Tak hanya itu, Chalik juga dianiaya. Kepalanya dipukul pakai stik baseball dan besi. Darah segar pun seketika mengucur membasahi wajah dan tubuhnya. Merasa kurang puas menganiaya, Jhoni dan Indra Jaya memukuli punggung Chalik dengan stik baseball yang terbuat dari besi baja. Tak ayal, Chalik pun roboh tak berdaya. Chalik akan dibebaskan dan dibenarkan membawa PS milik anaknya setelah membayar uang sebesar Rp 5 juta.

Jhoni pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Pelda M Chalik

Dalam kondisi mengenaskan, Chalik pun berupaya menghubungi rekannya di Lanud Soewondo. Mirisnya, dalam kondisi tak berdaya, Chalik terus mendapat hinaan. Bahkan,  seorang wanita turunan Tionghoa, yang disebut sebut kekasih Jhoni sempat memanasi suasana. “Habisi saja, kasih mati,”  ujar wanita yang juga kasir di toko milik Jhoni, ditirukan Chalik.

Sementara anggota TNI-AU bersama Polisi Militer Lanud Soewondo yang menerima laporan, langsung meluncur ke toko Jhoni. Petugas langsung membebaskan Chalik lalu melarikannya ke RS Putri Hijau untuk mendapat perawatan medis. Petugas juga mengamankan Jhoni (34) warga Lingkungan 06 Nomor 62, Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan dan Indra Jaya (38) warga Desa Sibirikbirik, Gunung Tinggi, Deliserdang. Barang bukti berupa srik baseball juga turut disita. Kedua pelaku penganiayaan berikut barang buktinya langsung diboyong ke Markas POM AU di Lanud Soewondo untuk diperiksa.

Chalik saat ditemui usai membuat laporan di Satpom TNI-AU mengaku dianiaya kedua pelaku dengan stik baseball dan sebatang besi lantaran tidak bersedia membayar uang kwitansi. “PS nya tidak jadi diservis, tapi dikenakan biaya kwitansi dan cek sebesar seratus ribu. Ketika saya pertanyakan, malah saya dianiaya,” sebut Chalik.

Bahkan, Chalik dipaksa membayar sebesar Rp 5 juta jika ingin mengambil PS milik anaknya. “Kalau kau mau ambil play station itu, kau harus bayar lima juta anj***,” tutur Chalik menirukan perkataan pelaku penganiayaan, Indra jaya.

Pembebasan Chalik dari penyekapan sangat dramatis. Petugas POM TNI-AU yang datang sempat dilempari batu, martil dan obeng. “Ngeri bang. Turunan Tionghoa itu melempari (TNI-AU) dengan martil, batu dan obeng. Berani mereka sama tentara,”  kata Hasan warga Delitua, penarik betor yang menjadi saksi mata pembebasan Chalik.

Dansatpom AU Lanud Soewondo Mayor POM I Gede Eka Santika ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota TNI-AU Pelda M Chalik.
“Kedua pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Pelda M Chalik, sudah kita amankan. Kasus ini segera kita limpahkan ke Polrestabes Medan untuk proses hukum,” tutur Mayor POM I Gede Eka Santika.

Saat pembebasan Pelda M Chalik dari penyekapan, salah seorang anggota POM AU ditusuk obeng hingga melukai paha kanannya. “Prada Zulfadli ditikam obeng saat membebaskan Pelda Chalik,” pungkas Mayor I Gede Eka Santika. (Zainul Arifin Siregar/Rel)