Penagih Hutang Dihajar, Tiga Bersaudara Masuk Bui

Tiga orang bersaudara di Kabupaten Malang harus mendekam di penjara. Ketiga pelaku atas nama Kadis (27), Sumari (36) dan Rohim (33), warga Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, kini diamankan jajaran Polsek Singosari, setelah melakukan penganiayaan pada seorang penagih hutang (Debcolector), pada Kamis (6/9/2018).

Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska mengatakan, Kadis ditangkap bersama kedua saudaranya, usai menganiaya Achmad Subahtiar Amirulloh (29) warga Kampung Baton, Desa Patereman, Kecamatan Mondung, Kabupaten Bangkalan, yang bekerja sebagai debt colektor di perusahaan finace, PT. FIF.

“Korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Singosari. Dari pengaduan tersebut jajaran Polsek Singosari, dinihari tadi telah mengamankan tiga orang yang diduga telah melakukan tindak penganiayaan secara bersama-sama,” terang Ipda Aska, Kamis (6/9/2018).

Menurut Aska, kejadian itu berawal saat Amirulloh dua temannya Abdullah Kholik (52) warga Jalan Sidomulyo, Kelurahan Pagentan dan Muhamad Amirul Mauludin (26) warga Perumahan Ardimulyo Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, datang ke rumah Kadis untuk menagih hutang cicilan sepeda motor yang macet, mereka pun ditemui oleh Kadis dan dua saudaranya.

“Awalnya diterima secara baik-baik oleh tersangka. Lalu dipersilahkan masuk ke rumahnya. Tapi saat itu, korban sebagai penagih hutang berniat mengambil kunci kontak sepeda motor yang merupakan jaminan fidusia. Namun tersangka Rohim menggebrak meja dan mengundang perhatian tersangka Sumari, yang kemudian mendorong korban,” beber Aska.

Tersangka Kadis pun emosinya dan mengambil pentungan besi. Besi itu dipukulkan pada kepala Amirullah, namun berhasil ditangkis dengan tangan oleh korban.

Korban kemudian jatuh di atas kursi. Saat jatuh terlentang salah seorang tersangka memukuli wajah korban mengunakan tangan kosong sebanyak satu kali. “Tersangka Rohim kemudian mengambil parang sambil mengancam ketiga debt collector yang menagih hutang,” pungkas Aska.