Pejabat Disdikbud Aceh Utara Diduga Terjaring OTT Tim Gabungan Kajati dan Polda Aceh

Ilustrasi Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Lhokseumawe, FORUMKEADILAN: Pejabat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Utara diduga telah terjaring operasi tangkap tangan oleh Tim gabungan Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli) Kajati dan Polda Aceh, Rabu (19/9). Kabar tersebut mulai terhembus sejak Selasa 18 September kemarin.

Bedasarkan hasil pantau Forum Keadilan dilapangan OTT tersebut benar terjadi dan terdapat beberapa pejabat dinas terkait dan stafnya yang masih menjalani pemeriksaan diruangan Kepala Dinas tersebut oleh tim gabungan, dan hal tersebut di benarkan oleh Kasipenkum Kajati Aceh Munawal S.H.

“Ia benar sedang ada ott di Disdikbud Aceh Utara, namun hingga kini tim kita masih melakukan pemeriksaan,”, ujar Munawal saat di konfirmasi Forum Keadilan via whatsapp.

Sembari menambahkan, untuk informasi akurat terkait operasi tangkap tangan tersebut silahkan berkordinasi dengan Tim Saber Pungli Aceh, pungkasnya .

Sementara itu, Kadiv Umas Polda Aceh Misbahul Munawar saat dimintai keterangan media ini mengatakan bahwa dirinya masih dinas diluar kota, agar segera mengkonfirmasi ke Polres yang berada di kota tersebut saja.

“Maaf saya masih berada diluar kota, untuk informasi tersebut bisa ditanyakan sama pihak polres saja”, ujarnya.

Awalnya mulai beredar isu tentang kegiatan tim gabungan tersebut sejak Senin malam kemarin, namun informasi yang diterima awak media masih simpang siur terkait hal tersebut. Sejak Selasa pagi 18 September 2018 awak media kembali mendapatkan informasi A satu terkait isu dugaan OTT tersebut, spontan para awak media semakin menggali terkait isu yag berkembang.

Tidak lama kemudian para media mulai mendapatkan hasil tentang isu tersebut dan hal itu terbukti adanya kegiatan OTT oleh tim Saber Pungli Aceh di Disdikbud Aceh Utara.

Operasi tangkap tang ini dilakuan tim gabungan bedasarkan adanya laporan dugaan pungutan liar dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidiakn Anak Usia Dini (BOP PAUD) di Dinas tersebut.

Sebelumnya beberapa pekan lalu media lokal sempat memberitakan terkait isu pengutipan dana BOP yang menjadi masalah saat ini, namun pemberitaan itu seketika hilang dan disinyalir media tersebut tidak mengantongi bahan yang cukup untuk terus mengorek kasus tersebu.

Menurut informasi yang diperoleh, dana BOP PAUD itu sendiri seharusnya digunakan untuk keperluan para murid PAUD dan TK setempat seperti kebutuhan gizi, alat tulis dan lain sebagainya, namun diselewengkan oleh oknum yang diduga menjabat sebagai Kabid PAUD di Dinas setempat senilai puluhan juta rupiah.(DIL)