Oleh-oleh Jokowi Dari Korea

Melakukan kunjungan balasan ke Korea Selatan, Jokowi berhasil membawa investor ke tanah air. Nilainya mencapai Rp81,7 triliun.

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan Vietnam. Kunjungan ke Korea Selatan merupakan kunjungan balasan Presiden Jokowi atas kunjungan Presiden Moon Jae-in ke Indonesia, beberapa waktu lalu. Sementara, kunjungan Presiden Jokowi ke Vietnam adalah dalam rangka memenuhi undangan World Economic Forum on ASEAN.

Dalam keterangan pers, Jumat 7 September 2018, Presiden Jokowi mengatakan, kunjungannya ke Korea nanti akan diisi dengan pembahasan peningkatan kerjasama kedua negara. “Kita ingin dalam kunjungan (ke Korea) ini dibahas langkah-langkah yang kongkret bagi peningkatan kerja sama Indonesia dan Korea Selatan,” ucap Presiden Jokowi.

Kerja sama yang rencananya akan dijalin, yakni di bidang ekonomi, investasi dan hubungan baik generasi muda kedua negara. Presiden Jokowi pun meminta para menteri terkait untuk mempersiapkan kunjungan kali ini agar menghasilkan sebuah kerja sama yang kongkret demi kepentingan nasional.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan, tahun 2018 ini, Indonesia dan Korea Selatan memperingati 45 tahun hubungan diplomatik. Ia pun yakin hubungan baik Jokowi dan Moon berimbas pula pada semakin baiknya hubungan kedua negara. “Presiden Jokowi dan Presiden Moon memiliki hubungan yang sangat baik. Tentunya pada saat pimpinan, kepala pemerintahan memiliki hubungan yang baik, ini merupakan satu aset yang harus dikapitalisasi untuk peningkatan hubungan yang saling menguntungkan,” ujar Retno.

Retno mencatat, tahun 2017 lalu, perdagangan kedua negara meningkat cukup signifikan, yakni hampir 12 persen. Investasi Korea Selatan di Indonesia juga demikian. Korea masuk ke dalam 10 besar negara yang berinvestasi di Indonesia. Retno melanjutkan, kunjungan Presiden Jokowi ke Korea nanti juga akan dimanfaatkan untuk memberikan dukungan terhadap perdamaian dua Korea.

Nampaknya sejumlah agenda yang dilakukan Jokowi membuahkan hasil yang manis. Presiden Jokowi membawa pulang kesepakatan bisnis sebesar US$6,2 miliar (setara Rp81,7 triliun dengan asumsi kurs APBN 2018 Rp13.400 per dolar AS) dari lawatannya ke Korea Selatan. Nilai investasi itu berasal dari 15 proyek yang diteken antar pelaku usaha Korsel dan RI.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong bilang selain 15 nota kesepahaman, lawatan Jokowi juga menghasilkan enam komitmen investasi yang bersifat business to business antara private sector Indonesia dan Korsel, serta satu nota kesepaham antara BKPM dengan Hyundai Motor Compay.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima pemimpin perusahaan dari Korea Selatan di sela kunjungan kenegaraannya. (Liputan6.com)

“Dengan ditandatangani kesepahaman dan komitmen investasi tersebut, diharapkan sentimen pelaku usaha luar terhadap pasar nasional dapat menjadi lebih baik,” ujar Thomas dalam siaran pers, Senin malam 10 September 2018.

Ia optimistis kerja sama dan investasi Korsel pada sektor industri utama dan otomotif akan terus meningkat. Diharapkan, kerja sama sektor otomotif kedua negara dapat mendukung masterplan industri otomotif di Indonesia dan menumbuhkan industri komponen dan supply chain-nya.

“Yang paling penting adalah meyakinkan investor bahwa Indonesia adalah tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Kebanyakan negara yang ekonominya sedang terpuruk, karena tidak bisa menjaga sentimen pasar atau pelaku usaha,” terang dia.

Kunjungan Jokowi ke Korsel merupakan kunjungan balasan dari kedatangan Presiden Korsel Moon Jae-in ke Indonesia pada November 2017 lalu. Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menpan RB Syafrudin, Kepala Bekra Triawan Munaf.

Kunjungan Jokowi dilakukan melalui kegiatan Business Forum “Indonesia-Korea Business and Investment Forum 2018: Enhancing Industrial Cooperation.” Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan penguatan kerja sama ekonomi RI-Korea, termasuk mengajak pelaku usaha Korea untuk memanfaatkan potensi pariwisata dan industri kreatif di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi juga mengajak pengusaha nasional untuk menemui para investor Korea Selatan dalam Forum Bisnis Indonesia-Korea di Seoul. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Roeslan P. Roeslani mengatakan ada 104 pengusaha yang ikut dalam forum tersebut.

Rombongan pengusaha tersebut katanya, merupakan yang terbesar. Jumlah rombongan mencerminkan tanda membaiknya hubungan investasi  dan perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan.

Rosan mengatakan banyak potensi perdagangan dan investasi antara Korea Selatan dan Indonesia yang masih bisa digali lagi. “Kita, Indonesia sangat terbuka akan investasi yang masuk ke Indonesia termasuk Korea,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Ketua Kadin Korea Selatan (Korean Chamber of Commerce and Industry) Yongman Park mengatakan saat ini masih banyak peluang investasi di Indonesia. Ia berharap kunjungan Jokowi ke Korea Selatan bisa mendorong peningkatan kerja sama investasi dan perdagangan.

Ia juga mengajak pengusaha Korea berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan investasi di Indonesia, salah satunya infrastruktur. IIEN SOEPOMO

You might also like