KPK IKLAN

Nur Mahmudi Ismail Akan Dicekal Ke Luar Negeri

 

Menindak lanjuti kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka, Polresta Depok telah melayangkan surat pemanggilan kepada dua tersangka. Yakni, mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, dan mantan Sekretaris Daerah Kota Depok, Harry Prihanto.

Selain itu, akan dilakukan tindakan pencekalan ke luar negeri terhadap keduanya. Kapolresta Depok, Kombes Didik Sugiarto menyatakan, jika pada pemanggilan pertama yang bersangkutan tidak datang, maka akan dipanggil untuk kedua kalinya.

“Agenda pemeriksaan dijadwalkan Rabu (5/9) atau Kamis (6/9). Kita tunggu setelah dilayangkan apakah memenuhi atau tidak. Semua dilakukan sesuai mekanisme,” terang Didik kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (03/09/2018).

Saat ini lanjut Didik, keberadaan dua tersangka tersebut masih di rumahnya masing-masing. Selanjutnya, Polresta Depok akan mengirimkan surat ke kantor Imigrasi Depok untuk pencekalan sebagai kepentingan penyidikan.

“Yang jelas penyidik melakukan langkah-langkah serta proses, nanti kita tunggu dijadwalkan kepada bersangkutan,” tegas dia. Ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo yang menjadi salah satu dari 80 saksi, yang diperiksa Polresta Depok dalam kasus pembebasan lahan di Jalan Nangka, mengaku siap diperiksa kembali oleh pihak kepolisian.

“Diperiksa dimintai keterangan sebagai ketua badan anggaran dan itu wajib. Tapi ada satu lagi anggota badan anggaran Nurhasim, karena pada saat itu yang memang menolak wacana pembebasan lahan,” kata Hendrik.

Hendrik dalam hal ini menghormati penyidikan oleh Polresta Depok dan mengembalikan ke pihak berwajib. “Iya dong kewajiban kita untuk melengkapi itu,” ucap Hendrik, kepada awak media di Ruang Paripurna pada Senin (3/9).

You might also like