Menang Pidana PT PMA Gugat PT BKP Rp 10, 6 Miliar

 

FORUMKEADILAN – PT Palm Mas Asri (PMA) secara resmi mengajukan gugatan hukum kepada PT Bina Karya Prima (BKP) senilai Rp. 10,6 miliar atas kerugian yang diderita dalam pembelian minyak sawit atau CPO sebanyak 6 juta kilogram.

Kuasa Hukum PT PMA, Johannes L. Tobing mengatakan gugatan hukum diajukan berdasar atas putusan Mahkamah Agung dalam perkara pidana nomor 247 K/PID/2018.

Dalam perkara pidana tersebut, pada tanggal 26 April 2018, dua Karyawan PT BKP, Seyung Subrani dan Erik dijatuhi pidana 1 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP Junto Pasal 55 ayat (1).

Seyung Subrani dan Erik terbukti melakukan penggelapan minyak CPO milik PT PMA di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam keterangan resminya, Johannes L Tobing memaparkan, kronologis perkara terjadi pada akhir Desember 2011. Saat itu, PT PMA mengirimkan CPO sebanyak 1.016.833 kilogram menggunakan Kapal MT Berkah Bahari milik PT KMM.

Setelah dilakukan pembongkaran, ternyata jumlah tonase tidak sesuai dengan bill of lading. Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan PT Sucofindo, muatan minyak telah berkurang, menjadi 955.340 kilogram. Dalam hal ini, PT PMA telah menderita kerugian kehilangan CPO sebanyak 61.543 kg.

“Waktu yang begitu panjang, lebih dari 6 tahun PT PMA terus berjuang mendapatkan haknya dan terus mencari keadilan dan kepastian hukum. Kerja keras ini membuahkan hasil dan perkara ini dimenangkan oleh PT PMA,” jelas Johannes L Tobing dalam keterangan resminya kepada Wartawan, Selasa (25/9/2018).

Kendati demikian, Johannes menyayangkan, bahwa kedua terpidana; Seyung Subrani dan Erik dalam perkara pidana tersebut hanyalah korban belaka, sebab pengambil keputusan (decision maker), seperti Ibu Fenika, ibu Ribka dan Bapak Stefanus sebagai direksi, penanggung jawab perusahaan tidak pernah diseret ke Pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan dugaan tindak pidana yang dilakukan. Maka langkah untuk mengguggat kembali direksi, menyeret mereka kepengadilan akan dipertimbangkan dalam waktu dekat ini.

“Oleh karena itulah demi keadilan dan kepastian hukum, PT PMA melalui JLT & Partners mendaftarkan gugatan perdata di PN Bekasi dengan nomor 549/Pdt.G/2018/Pn. Bks,” terang Johannes.

Johannes menegaskan, gugatan hukum diajukan untuk meminta ganti rugi atas hilangnya CPO milik PT PMA dengan tuntutan materill dan imateriil. ”

“Total nilai kerugian materill dan imaterill sebesar Rp10.659.158.500,- dengan perincian, kerugian materill sebesar Rp659.158.500 dan kerugian imaterill selama proses perkara ini berjalan sebesar Rp10 miliar,” tandasnya.(han)