Lima Anggota DPRD Kota Malang Yang Beruntung Tidak Jadi Tersangka KPK

Sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

41 anggota itu terdiri dari 40 anggota DPRD dan 1 mantan anggota DPRD. Seorang mantan anggota dewan itu adalah Ya’qud Ananda Gudban karena digantikan Nirma Cris Nindya sebagai legislator penggantian antar waktu (PAW).

Adapun DPRD Kota Malang kini hanya menyisahkan lima anggota saja mereka adalah, Abdurrochman, Subur Triono, Nirma Cris Desinidya, Priyatmoko Oetomo dan Tutuk Hariyani.

Abdurochman adalah anggota PAW DPRD Kota Malang menggantikan Rasmuji karena meninggal dunia. Abdurochman dan Nirma menjadi anggota dewan melalui proses PAW keduanya dianggap bersih karena belum menjadi anggota dewan saat pembahasan APBD-Perubahan pada tahun 2015.

Kemudian ada Priyatmoeke Oetomo dan Tutuk Hariyani keduanya kader PDI-Perjuangan. Keduanya tidak menjadi tersangka. Keduanya dikabarkan sakit, namun sempat beberapa kali dipanggil KPK sebagai saksi.

Nama terakhir adalah Subur Triyono. Dia adalah anggota dewan dari PAN namun diperjalanan ia dipecat oleh PAN. Ia tidak menjadi tersangka dalam kasus ini. Namun ia belum berkomentar penyebab dirinya tidak terlibat dalam kasus suap ini.

“Kita ikuti saja proses hukumnya dulu. Ini kan persidangan masih akan terus berlangsung,” tandas Subur Triyono.