Keluarga Gus Dur Dukung Jokowi-Ma’ruf: “NU Kompak” Kata Ma’ruf Amin

Kandidat wakil presiden Ma’ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren As-Shiddiqi Putra (Ashtra) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (27/9/2018).

Dia menyebut warga NU kompak mendukung Joko Widodo dan dirinya dalam pemilihan presiden mendatang.

Kekompakan tersebut mengacu pada dukungan keluarga mendiang Presiden KH Abdurrahman Wahid yang dideklarasikan putri sulungnya, Yenny Wahid, kemarin.

“Alhamdulillah, berarti memang warga NU kompak seluruhnya, baik struktural, kultural, semua simpul warga NU utuh mendukung Jokowi. Termasuk Pak Mahfud MD juga hadir,” kata Ma’ruf di sela-sela kunjungannya.

Menurut Ma’ruf, saat ini tak ada lagi perbedaan antara NU struktural dan kultural dalam aspirasi politik. Ia sudah bertemu sejumlah kiai. “Semua sudah utuh. Jangan ditanya (berapa suara yang diraih). Inginnya besar. Namanya saja target. Yang penting kita bisa memenangkan mayoritas,” katanya.

Kendati seluruh dukungan warga NU utuh, Ma’ruf masih merasa perlu berkunjung ke Ashtra untuk pamit dan meminta restu keluarga besar KH Achmad Shiddiq. Achmad Shiddiq adalah Rois Aam Pengurus Besar NU era 1980-an, saat Gus Dur menjadi Ketua Tanfidz. “Saat beliau jadi Rois Aam, saya khatib aam. Saya dulu sering ke sini membicarakan masalah ke-NU-an,” kata Ma’ruf.

“Saya sebagai representasi NU yang kebetulan diminta Pak Jokowi untuk mendampingi beliau, saya langsung pamit kepada para kiai dan warga Nahdliyyin,” kata Ma’ruf.

Sehari sebelumnya putri kedua Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid alias Yenny Wahid resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan capres-cawapres, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin. Deklarasi dukungan bersama sembilan elemen Gusdurian disampaikan di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).

Dalam pernyataan deklarasinya, Yenny mengatakan, pemimpin yang dirindukan adalah pemimpin yang mendengar nurani rakyat serta pemimpin yang tidak berjarak. Selain itu, Yenny juga mengatakan pemimpin yang dirindukan adalah pemimpin yang tidak canggung berbaur dengan rakyat.

“Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak dan kebutuhan dasarnya untuk hidup sejahtera,” ungkapnya.

“Bismillah, Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia,” katanya melanjutkan.

Yenny memastikan bahwa dukungan tersebut merupakan sikap politik dari keluarga Gus Dur.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, akan bersikap netral pada Pilpres 2019.

“Keluarga Gus Dur saya wakili sikap politiknya. Sikap politik sudah diamanatkam kepada saya,” tuturnya.

Selain keluarga Gus Dur, sembilan organisasi yang tergabung dalam Konsorsium Kader Gus Dur juga menyatakan dukungan.

Sembilan organisasi tersebut antara lain Barikade Gus Dur, Gerakan Kebangkitan Nusantara (Gatara), Jaringan Perempuan Nusantara, Forum Silaturahim Santri Nusantara, Forum Kiai Kampung Nusantara, dan Forum Alumni Timur Tengah.

Sebelumnya, kedua pasangan capres-cawapres secara bergantian menyambangi kediaman Gus Dur.

Sebelumnya, koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf optimistis Yenny akan berlabuh ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan keyakinannya itu.

“Kita tunggu saja pengumumannya, kalau saya salah ya saya mohon maaf,” kata Bambang seraya tertawa, Rabu (26/9/18).

Menurut Bamsoet, dukungan dari siapa pun, termasuk dari para tokoh masyarakat, sangat penting untuk kemenangan Jokowi- Ma’ruf di Pilpres 2019. Apalagi, ia menegaskan, kelompok nahdliyin dinilai memiliki pengaruh cukup signifikan, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Terutama para nahdliyin karena bagaimana juga keluarga Gus Dur ini adalah darah birunya nahdliyin, jadi sedikit banyak pengaruh dukungan terhadap dukungan pasangan capres-cawapres sangat berpengaruh,” ujarnya.