Kapolda Kalsel Bersama Gubernur Kalsel musnahkan Lebih Dari 17 Ribu Gram Sabu

.Forum Keadilan.com,(19/09/2018) Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani bersama Gubernur Kalsel Sahbirin Noor serta Forkompimda (Forum Unsur Pimpinan Daerah) se Kalsel,hadiri acara pemusnahan di Halaman Kantor Gubernur Kalsel Kota Banjarbaru. Gelar kasus pengungkapkan jaringan narkoba mulai tanggal 1 -18 September 2018 terdiri melibatkan jumlah tersangka 113 orang, sabu sebanyak 417,72 gram, obat daftar G sebanyak 8.890 butir, pil ekstasi 13 butir dan kariprosodol sebanyak 6.004 butir.

Kapolda Kalsel bersama wartaean

Dalam kegiatan gelar kasus, Kapolda Kalsel juga memusnahkan barang bukti narkoba yaitu, shabu sebanyak 17.210,9 gram dari jaringan Ardiansyah Als Dian dan Muhammad Hasan alias Hasan dengan barang bukti sebanyak 17.000 gram shabu. Serta hasil pengungkapan kasus Ditresnarkoba Polda Kalsel sebanyak 210,9 gram shabu, tembakau gorila 22,25 gram, biji ganja 12,83 gram dan pil XTC sebanyak 10 butir. Dari jumlah kasus sebanyak 24 laporan Polisi dan jumlah tersangka sebanyak 34 orang.
“Dari hasil pengungkapan jaringan Pekanbaru – Banjarmasin, Polda Kalsel telah menyelamatkan sebanyak 344.218 orang terhindar dari narkoba. Artinya dari 17.210,9 gram sabu dalam setiap 1 gram sabu dapat digunakan 20 orang,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani.
Kapolda Kalsel didampingi Gubernur Kalsel mengungkapkan, bahwa jaringan sindikat narkoba Internasional dari Malaysia yang memasok narkoba ke Kalsel lewat jalur Riau, Padang, Palembang, Lampung dan Surabaya.
“Dimana yang menyediakan KTP palsu adalah tersangka Muhammad Hertoni alias Toni, kejadiannya tanggal 10 Agustus 2018, TKP di Bandara Syamsudin Noor dengan tersangka Ardiansyah alias Dian dkk—pelakunya 2 orang. Barang bukti yang berhasil disita 37 bukungkus shabu 17 kilogram,” katanya.
Kata Irjen Yazid, dimana kejadiannya terjadi tanggal 08 januari 2018, dengan TKP di Bandara Syamsudin Noor dengan tersangka Ahmad Nabil dkk dengan pelaku 7 orang dan barang bukti yang disita 11.278 butir pil XTC. Kemudian kejadian tanggal 15 juli 2018, TKP di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan tersangka Muhammad Pazeri dkk dengan pelaku 2 orang dan barang bukti sebanyak 49 paket shabu serta 1 buah toples berisi shabu 20 kilogram.
“Lalu kejadian tanggal 28 Juli 2018, TKP di Kota Banjarmasin dengan tersangka Muhammad Ramadhana dengan barang bukti 1 paket shabu 5,30 gram dan 13 butir XTC. Lalu kejadian tanggal 31 Juli 2018, TKP di Kota Banjarmasin dengam tersangka Akhmad Anshari dan barang bukti yang disita alat hisap shabu (bong lengkap), tanggal 20 Mei 2018 TKP di Bandara Syamsudin Noor dengan tersangka Syamsir Rahmadi barang bukti sebanyak 18 kilogram sabu,” ujarnya.
Menurut Yazid, petugas juga berhasil mengungkap jaringan Pekanbaru – Banjarmasin atas nama Ardiansyah alias Dian Bin Arbani warga Jalan A Yani km. 7 Komplek Palapan Indah Kertak hanyar Kabupaten Banjar, Muhammad Hasan alias Hasan Bin Wahyudin (alm) warga Jalan Manarap Tengah Handil Dua Manarap Tengah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar, dengan barang bukti 37 bungkus shabu dengan berat 17 kilogram.

Sedangkan tersangka atas nama Muhammad Hertoni Als Toni Bin Masrani (alm) warga Jalan Veteran Kota Banjarmasin. Pada hari Senin (27/8/2018), pukul 14.00 WITA, tertangkap tangan oleh petugas Ditresnarkoba Polda Kalsel ketika sedang membawa dan menguasai 1 paket besar shabu dengan berat kotor 17,8 gram (bersih 17,3 gram) ditangan kanan pelaku. Dan 1 paket kecil shabu dengan berat kotor 0,79 gram (bersih 0,59 gram) yang disita didalam kantong celana bagian depan pelaku.
“Barang bukti ini ditangkap petugas di tepi daerah Komplek Taekwondo Jalan Sultan Adam Banjarmasin, kemudian pelaku beserta barang bukti dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Kalsel untuk dilakukan proses penyidikan,” paparnya.
Kata Kapolda, M Hertoni ini diketahui berperan sebagai spesialis penyedia pembuat KTP palsu, agar bisa mengatur masuknya narkoba ke wilayah Kalsel dengan leluasa. Dimana modus operandi yang dilakukan Hertoni ini, dalam melaksanakan kegiatannya sangat teroganisir, yaitu ada yang berperan sebagai koordinator lapangan, kapten lapangan, pelaksana lapangan, pengawas lapangan dan penyedia akomodasi berupa KTP. Dimana semuanya itu untuk mempermudah akses selama diperjalanan.
“Jaringan ini membawa narkoba jenis shabu dan XTC selalu berkelompok. Dan mengemas narkoba tersebut menggunakan bungkus abon ikan patin. Membawanya melalui transportasi darat, laut atau udara. Dimana barang tersebut didapatkan dari Pekanbaru Prop. Riau. Menggunakan sistem komunikasi secara terputus. Tidak pernah bertemu dan mengenal dengan big boss nya, sedangkan yang dikenal oleh para pelaku hanya nama samaran saja yaitu Sugali, Bang Botak dan Kang Tato,” ujarnya.
Kronologis kejadian barang bukti 17 kilogram sabu, terjadi pada hari Minggu (5/8/2018) team berangkat dari Kota Banjarmasin sekitar pukul 02.00 dinihari menuju Palangka Raya dengan menggunakan jalan darat. Dari Palangkaraya lalu menuju Jakarta, dan dari Jakarta kemudian menuju Pekanbaru dengan membawa tersangka Muhammad Ramadhana dan tersangka Ahmad Anshari. Karena dari ke dua tersangka tersebut dapat diperoleh imformasi tentang pergerakan dan rencana kegiatan kurir yang akan berangkat dari Banjarmasin menuju Pekanbaru untuk mengambil sabu-sabu dan mengantarnya ke Kota Banjarmasin.
Pada Saat di Pekanbaru anggota melakukan penyelidikan dengan melakukan kroscek informasi dari tersangka Muhammad Ramadhana dan tersangka Ahmad Anshari. Diperoleh informasi bahwa akan datang dua orang kurir yang akan mengambil shabu – shabu dalam jumlah besar, dengan ciri-ciri ke dua tersebut umurnya masih relatif muda atau remaja.
Lalu, pada hari Kamis (9/8/2018) sekitar jam 17.00 WITA anggota melakukan pengecekan di Grand Centra Hotel Jalan Jenderal Sudirman No. 1 Tengkareng Utara , Bukit Raya Kota Pekan Baru Riau tidak jauh dari hotel tempat ke dua team menginap, dan dari hasil pengecekan di dapat informasi bahwa memang benar di kamar 514 ada dua warga Kota Banjarmasin yang menginap.
Lalu seluruh anggota team dibagi tugas dan memperketat pengawasan terhadap ke 2 ( Dua ) orang tersebut, dan sekitar pukul 19.00 Wita. Dua orang yang menjadi target ini keluar dari hotel menuju Hotel Akasia yang tidak jauh dari Hotel Grand Centra dan tidak lama di Hotel Grand Centra dua orang ini akan keluar dengan membawa masing – masing 1 buah kardus, dan pada saat dua target hendak berangkat menggunakan mobil. Anggota mendekati dan menggiring agar tidak lari dan menghilangkan barang yang dibawanya, selanjutnya dilakukan kontrol delevery sampai masuk wilkum Polda Kalsel.
Kemudian pada Jum’at (10/8/2018) sekitar jam 19.00 WITA dilakukan penangkapan dua orang ini di halaman The Herlina Hotel Jalan Angkasa No. 07 Rt/Rw : 18/04 Syamsudin Noor Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Untuk selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa kekantor Dit Res Narkoba Polda Kalsel untuk peroses Penyidikan Lebih Lanjut.
Selain itu, Ditresnarkoba Polda Kalsel telah berhasil melakukan pengungkapan kasus sebanyak 6 (enam) kasus melalui penyedian Ktp palsu atas nama tersangka Muhammad Hertoni. Dimana jaringan kelompok Hertoni berhasil diputus secara total dimungkinkan akan terbentuk jaringan baru dengan modus yang lain.
Ditresnarkoba Polda Kalsel tetap berusaha mengungkap jaringan diatas pelaku. Dari hasil tersebut dua orang yang ditangkap dapat diperoses dan dikenakan pasal Pasal 132 Ayat (1) subsider Pasal 114 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.(Musrifah)