Jelang Pemilu, Produksi Senapan Angin Diawasi

Menjelang pemilihan Presiden 2019, Mabes Polri melakukan sosialisasi pengrajin senapan angin di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Sabtu (15/9/2018). Tujuannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan senapan angin oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kombespol Dr. H. Kasmen ME, Kasubdis II Dit Kamneg BIK Polri mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban menjelang pemilihan presiden 2019. Mabes Polri mengantisipasi adanya peredaran senjata api secara illegal yang dibuat oleh para pengrajin senapan.

Sosialisasi yang diadakan di rumah makan Nikimasaaki ini dihadiri oleh para pengrajin dari Kabupaten Pare, Kabupaten Blitar dan Blitar Kota. Untuk diketahui di Kabupaten Kediri terdapat 30 pengrajin senapan angin. Produk senapan tersebut banyak dipesan dari berbagai daerah tidak hanya di wilayah Jawa Timur.

“Kegiatan ini kita lakukan sebagai antisipasi penyalahgunaan senapan angin. Kita mengimbau kepada para pengrajin untuk menolak pembuatan senjata api rakitan,” tegasnya.

Tidak hanya mengimbau para pengrajin untuk menolak pembuatan senjata api, Mabes juga menyosialisasikan penggunaan senjata angin. Sesuai dengan peraturan hukum, senapan angin boleh digunakan untuk olahraga menembak. Senapan angin dilarang digunakan untuk membela diri dan menembak satwa yang dilindungi