Ditagih Dua Kali, Pelanggan PDAM Tirtanadi Merugi

Pelanggan PDAM Tirtanadi kembali dirugikan karena kesalahan sistem pembayaran online. Pasalnya, pelanggan harus membayar double tagihan yang semula telah dibayarkan.

Sebagaimana dikatakan Amsal, warga Jalan Surianto Medan, kepada wartawan, Jumat (06/09/2018) pagi. Amsal merasa kecewa dan dirugikan oleh pihak PDAM Tirtanadi karena harus dua kali membayar tagihan di bulan Agustus. Tidak hanya tangisan, ia juga dikenakan membayar denda. “Saya sudah bayar di bulan Agustus untuk pemakaian bulan juli itu pada 1 Agustus, dan tadi ketika saya membayar kembali juga dikenakan tagihan di bulan Agustus tersebut,” ucapnya.

Merasa sudah bayar, maka Amsal pun meminta klarifikasi kepada pihak loket pembayaran online di Jalan Rahmadsyah Medan. Pihak loket menyatakan bahwa itu berdasarkan data yang diperoleh dari sistem pembayaran online dari PDAM Tirtanadi.

Mendapat informasi tersebut, selanjutnya ia mendatangi Kantor Cabang Medan Kota. Amsal pun menceritakan bahwa telah membayar double rekening PDAM atas nama Arsil dengan nomor Pelangggan : 1210149040015 ke Medan Kota.  SEBELUMNYA ia telah membayar untuk tagihan rekening bulan Agustus sebesar Rp 57.550. Kemudian ia disuruh kembali membayar untuk tagihan bulan yang sama yaitu Agustus sebesar Rp 65.050. Petugas pelayanan pengaduan Kantor Cabang Medan Kota, Anda mencatat soal pembayaran double tersebut untuk selanjutnya ditindaklanjuti.

Namun ketika melaporkan adanya double pembayaran di Agustus 2018, atas nama pelanggan Sasi Kirono dengan nomor pelanggan 0317400036, justru mendapatkan perlakuan yang kurang memuaskan dari petugas kantor Cabang PDAM Tirtanadi Medan Denai.

Ini berawal ketika, Amsal memberitahukan bahwa ia merasa dirugikan karena membayar dua kali untuk tagihan bulan Agustus 2018. Seorang petugas wanita berkerundung coklat ini pun menyatakan kalau terjadi double bayar, harus komplain ditempat semula membayar. “Kemarin bayar tagihan dimana, nah kalau mau komplain kesana aja, dan minta uang yang sudah dibayarkan tersebut di loket pembayaran online dan bukan disini,” ucapnya dengan nada tinggi sembari menyebutkan kalau bayarnya di tempatnya baru ada pengecualiannya.

Petugas loket itu seolah tak mau menerima keluhan pelanggan yang telah membayar dua kali. Ia malah  tetap bersikeras hingga akhirnya datang Siswanti, petugas bagian keuangan Cabang PDAM Tirtanadi. Awalnya Siswanti juga bersikeras, namun setelah dijelaskan masalahnya ia pun akhirnya mengerti. Menurutnya, tempat pembayaran online telah mentrasfer ke rekening PDAM Tirtanadi. Ia menyebutkan atas rekening Sasi Kirono pertama  dibayar pada 1 Agustus 2018, sebesar Rp 55.240,- dan untuk tagihan Agustus yang kembali dibayarkannya pada (06/09), harus membayar Rp 65.240,- plus dengan dendanya.

Kepala Sekretaris PDAM Tirtanadi, Jumirin ketika dikonfirmasimenegaskan bahwa pihaknya segera mengusut permasalahan tersebut. “Terimakasih atas informasi yang disampaikan oleh pelanggan nanti kita akan cek kenapa tagihan bisa dua kali,” ujarnya.