Cuma Karena Tak Diberi Rokok, Tukang MpekMpek Membunuh

Penjuall empek-empek. Robi (19) warga Gempongan Mekar, Kecamatan Babakan, Cirebon selama di, Kota Semarang. jadi tersangka pembunuhan sales pakan ternak. Sebabnya cuma karena tidak diberi rokok.

Pembunuhan itu terjadi pada  Rabu (29/8/2018) lalu. Saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang usai berjualan.

Sebelumnya ia telah minum minuman keras. Dalam kondisi terpengaruh minuman keras ia melakukan perjalanan pulang usai berjualan empek-empek bersama saudaranya.

Sesampainya di Rejosari Raya, tepatnya di dekat asrama polisi, ia bertemu dengan Kasim Riyadi (35) warga Kedawung ,Kaliule, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Ia kemudian berhenti sementara saudaranya pulang lebih dulu bersama grobak empek-empek.

Robi saat itu hendak meminta rokok kepada Kasim. Namun bukan rokok yang ia dapat. Justru perkataan yang menyakiti hati Robi didengarnya. Dalam kondisi setengah mabok, ia merasa emosi dan meninggalkan lokasi. Ia menuju sebuah warung pecel dan mencari senjata hingga mendapatkan sebilah pisau.

“Saya minta rokok baik-baik, malah dikira malak. Dia bilang ‘Kalau mau ngrokok ya beli, jangan minta-minta,’ gitu, saya kan masih pusing karena minuman keras juga, jadi saya agak emosi saya pergi ke warung pecel dekat situ,” kata Robi.

Ia kemudian kembali menghampiri Kasim sesaat setelah ia pergi ke warung pecel. Saat itu Kasim sedang terlelap di atas sebuah bangku. Dengan pisau yang ia dapat dari warung pecel, tanpa basa-basi Robi langsung menusukkannya ke dada Kasim.

“Nggak tau kenapa, waktu itu saya emosi, saya nggak tahu kalau malah jadi seperti ini, soalnya waktu itu saya memang pusing karena minuman keras. Memang sempat ada perlawanan dari korban,” beber Robi.

Beberapa saat setelah pertengkaran itu, Robi lari meninggalkan Kasim dengan membawa kabur sejumlah barang milik korban. Diantaranya dua buah handphone serta dompet yang berisi uang senilai Rp 97 ribu.

Sekitar pukul 03.00 Robi berjalan kaki mencari angkutan umum. Tanpa sepengetahuan saudaranya, ia berencana melarikan diri dengan menggunakan Bus.

“Saya juga sempat copot sendal dan saya masukkan ke dalam tas, dan saya pakai lagi pas sampai di terminal Terboyo. Pas itu saya mau beli tiket bus. Harganya Rp 75 ribu, pakai uang yang saya ambil dari korban,” terang pria lulusan SMP tersebut.

Namun saat ia menunggu kedatangan bus, pergerakan Robi tampaknya terintai oleh kesigapan Unit Resmob Polrestabes Semarang. Ia diringkus di sebuah agen penjualan tiket bus sekira pukul 08.30. Ia langsung disergap dan dibawa oleh petugas untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara Kasim, ditemukan oleh warga sekitar lokasi kejadian sekira pukul 05.00 ata 3,5 jam sebelum tersangka di tangkap oleh petugas. Temuan jenazah bersimbah darah tersebut juga sempat menggemparkan warga sekitar. Pasalnya korban saat itu tergeletak tepat di pinggir jalan.

Kini hanya penyesalan yang dirasakan oleh Robi. Ia tak menyesali perbuatannya yang tidak bisa mengendalikan emosi akibat minuman keras. “Saya nyesel, kasian sama korban, tapi waktu itu memang saya dalam kondisi punsing akibat minumab keras, dan baru kerasa sekarang, saya menyesal,” tukas Robi.

Kini Robi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia ditahan di Mapolrestabes Semarang dan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 Ayat (1) dan Ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan. Ia diancam hukuman kurungan maksimal 15 tahun penjara.