Bunga Tinggi Rentenir Mencekik Para Ibu Di Sumedang

Kemiskinan di pedesaan justru jadi sasaran empuk para rentenir. Sejumlah pedagang kecil terutama di daerah mengakui modal yang mereka gulirkan bergantung pada modal pinjaman yang didapat dari rentenir.

Ketergantungan terhadap pinjaman rentenir tak hanya membelit para pedagang kecil, namun kini ternyata membelit juga pada kaum ibu rumah tangga.

Meski tak ada data resmi, namun kini sangat banyak pedagang kecil dan ibu rumah tangga yang kadung tergiur dengan pinjaman rentenir meski dengan bunga tinggi. Hal tersebut guna mempertahankan keberlangsungan dagangnya.

“Kalau tidak pinjam dari rentenir kita juga sulit untuk nyari modal dagang,” ujar salah seorang pedagang warung kecil di Desa Sukajadi, Jumat (21/9/18).

Pedagang atau ibu rumah tangga lebih memilih pinjam uang ke rentenir, karena dipandang lebih mudah dan praktis. Sebab tanpa agunan atau persyaratan apapun pinjaman
bisa cepat cair.

“Kadangkala kan kita hanya butuh Rp.200 ribu saja di kasih. Jadi kalau ada perlu dadakan tidak ribet urus-urus persyaratan,” ujar Icah, pedagang kecil asal Wado.

Bunga yang tinggi memang tidak membuat pedagang berpikir lanjut untuk meminjam pada rentenir. Semua itu tidak menjadi kendala karena desakan kebutuhan.

“Yang penting bagaiamana kami bisa mudah mendapatkan pinjaman. Saya saja pinjam Rp 500 ribu bisa cair saat itu. Tidak diminta jaminan lagi,” tuturnya.

Ia menyebutkan, meminjam di rentenir dinilai banyak kemudahan, selain tanpa jaminan juga bisa memilih lama waktu cicilan. Dibanding meminjam ke bank konvensional yang harus melalui prosuder yang berbelit.

“Kalau ke renternir ada yang bisa (nyicil) harian, ada yang mingguan ada juga yang bulanan. Tergantung kita mampunya,” katanya.

Saat ini tak hanya pedagang yang tergantung pada belitan rentenir. Tapi kaum ibu rumah tangga juga sudah banyak yang bergantung ke rentenir. Mereka meminjam rentenir hanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Dari sejumlah keterangan, dicontohkan, jika meminjam Rp. 1 juta dari rentenir, maka peminjam dibebankan tagihan Rp.50.000 per hari selama 25 hari.