Berkali Nyolong Berkali Bebas Karena Kartu Sakti Sakit Jiwa

Hantoro, pria paruh baya sudah berulang kali tepergok mencuri, tapi ujung-ujungnya tak bisa dibui karena punya ‘kartu sakti’ berupa keterangan sakit jiwa alias gila.

“Wong Edan Kuwi Bebas”, lagu yang dipopulerkan oleh Nella Kharisma itu seolah menjadi inspirasi bagi Hantoro. Status orang gila ternyata dijadikan kedok agar dia bisa lolos jerat hukum.

Hantoro kini mendekam di sel tahanan Mapolres Kendal setelah tertangkap basah warga mencuri di Kendal. Ulah pria 50 tahun ini sudah membuat warga Kendal, Semarang bahkan Demak menjadi berang.

Pasalnya sering kali dirinya melakukan tindakan pencurian dengan modus menjadi orang gila. Bahkan dirinya tak jarang harus babak belur dihajar oleh warga karena tepergok tengah melancarkan aksinya.

Namun, dirinya selalu lolos dari jerat hukum berkat kartu kuning yang dikeluarkan dari Rumah Sakit Jiwa.
Saat dijumpai di Mapolres Kendal, Jumat (21/9/2018), Hantoro berperilaku layaknya orang normal pada umumnya. “Saya ingin pulang, saya belum minum obat saya harus minum obat,” cetusnya.

Hantoro juga mampu menceritakan secara jelas kronologi penangkapannya. Bahkan dirinya juga tahu bahwa tindakan mencurinya adalah perbuatan yang melanggar hukum.

“Saya mencuri di Semarang, saya bawa ke Kendal. Ditangkapnya di Kendal,” ujar Hantoro secara jelas didampingi anggota kepolisian.

Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha bercerita bahwa dalam sehari Hantoro dapat ditangkap karena kasus pencurian sebanyak tiga kali di lokasi yang berbeda-beda.

Pihaknya pun sempat membawa Hantoro ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang untuk mendapat penanganan. “Waktu itu dirinya ditangkap di Boja kemudian kami bawa ke RSJ. Namun tidak ada sepekan dikeluarkan lagi oleh pihak RSJ. Ternyata sepekan sebelumnya, ternyata juga pernah dibawa oleh Polrestabes Semarang ke RSJ itu,” terangnya.

Nanung mengatakan dari hasil pemeriksaan dari RSJ, Hantoro dinyatakan dapat mempertanggungjawabkan tindakan kriminalnya. Bahkan Hantoro juga dinyatakan menggunakan kartu kuning itu sebagai modus tindakan jahatnya.

“Hasil ini juga menggugurkan kesaktian dari kartu kuning yang membuat dirinya lolos dari jerat hukum,” paparnya.

Meski pernah babak belur dihajar warga hal itu tidak membuat Hantoro jera. Menurut Nanung hal itu dikarenakan dirinya terlalu sering memerankan sebagai orang gila sehingga terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

“Seharusnya ada pendampingan dan perhatian khusus dari keluarga,” pungkasnya.