Belum Pemilu, Bacaleg Perindo Sudah Nyabu

Salah satu oknum bakal calon legislatif (Bacaleg) asal Kota Sukabumi berinisial YK harus mengubur harapannya menjadi wakil rakyat.

Pasalnya, beberapa hari kebelakang, dirinya diringkus jajaran Polres Sukabumi Kota setelah menyedot narkotika jenis sabu-sabu bersama kedua rekannya.

Anggota Polres Sukabumi berhasil meringkus SN, YK dan YS. Salah satu dari dari ketiga tersangka yang dibekuk di Gang Ampera, Jalan RA Kosasih, Ciaul ini adalah bakal calon anggota legislatif dari salah satu partai peserta legislatif 2019 mendatang.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo menjelaskan, pengungkapan penyalahgunaan narkotika itu berawal dari tertangkapnya SN. Kemudian setelah dikembangkan, pihaknya berhasil meringkus YK dan YS dua tersangka lainnya.

“Dari 26 tersangka penyalahgunaan narkotika yang berhasil diamankan selama tiga bulan ini, ternyata salahsatunya tercatat sebagai bacaleg dari salah satu partai peserta pemilu. Kami masih terus mendalami kasus tersebut terkait peran masing-masing tersangka,” paparnya dihadapan awak media saat rilis di halaman Makopolres Sukabumi Kota, Kamis (30/8/2018).

Untuk barang bukti yang diamankan dari ketiganya yakni narkoba jenis sabu seberat 0.45 gram. Dari pemeriksaan sementara, bacaleg dan kedua rekannya mengaku menggunakan narkoba.

Dari pemeriksaan urine ketiganya juga positif menggunakan narkoba. Selain narkoba kata Susatyo, polisi juga menyita alat hisap sabu, alat timbang, dan handphone (HP).

Ia menerangkan peran dari ketiganya masih di dalami apakah hanya pengguna atau pengedar. Para tersangka dijerat dengan Pasal 111 (1), Pasal 112 (2), Pasal 114 (1), dan Pasal 114 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sementara untuk peredaran obat keras diancam dengan Pasal 196 dan Pasal 197 Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Dalam pengungkapan kasus ini kami berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi. Terutama dalam melakukan upaya penanggulangan peredaran narkoba dan upaya direhabilitasi terhadap pengguna narkoba,” tutur Susatyo.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, Agung Dugaswara mengaku, dalam menyikapi persoalan tersebut pihaknya bakal berkonsultasi dengan KPU Provinsi Jawa Barat. Selain itu, hingga kini partai politik yang bersangkutan belum menyampaikannya secara resmi ke KPU.

“Kami akan konsultasi terlebih dahulu dengan KPU Provinsi Jawa Barat. Karena dari keterangan yang didapat dari ketua partainya, yang bersangkutan telah mengundurkan diri sebelum ditangkap Polisi,” tambahnya.

Jika dilihat dari sisi aturan, jika mengundurkan diri sebelum terlibat perkara hukum, Bacaleg tersebut tidak bisa diganti. Sedangkan sebaliknya, jika tidak mengundurkan diri bisa diganti.

“Yang pasti kami akan konsultasi dengan KPU Jabar terkait perkembangan kasus tersebut. Karena untuk mencoret Bacaleg yang terlibat kasus hukum, harus menunggu putusan pengadilan. Jadi, untuk saat ini kami mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tambahnya.

Sedangkan saat dihubungi, Ketua parpol yang bersangkutan masih enggan memberikan keterangan terkait salah satu Bacalegnya yang tersandung masalah hukum.