Kasus Korupsi Pengadaan Ternak, Penyidik Sat Reskrim Polres Lhokseumawe Masih Terus Bekerja 

Zaenal Bakri (Foto/Sumber Google)

Lhokseumawe, FORUMKEADILAN: Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe masih terus bekerja keras melakukan penyelidikan terkait kasus pengadaan ternak sapi yang didanai APBK Kota Lhokseumawe tahun 2014 silam. Kamis (27/09), sejauh ini pihaknya masih terus memanggil saksi-saksi terkait kasus tersebut.


Untuk diketahui, pada Juli 2018 lalu penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe sudah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dengan sasaran adalah rekanan yang ikut terlibat dalam kasus korupsi berjamaah tersebut ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe.


Berdasarkan hasil temuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) terdapat 138 perusahaan yang fiktif dari jumlah  keseluruhan 160 perusahaan, namun dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) jumlah perusahaan yang fiktif hanya lah 111 perusahaan. Disinyalir jumlah tersebut berkurang dikarenakan terdapat perusahaan-perusahaan yang sama dalam daftar tersebut.


Sementara itu dari jumlah awal 138 perusahaan yang fiktif dua diantara nya terdapat perusahaan milik Zaenal Bakri salah seorang anggota Komisioner Kip Kota Lhokseumawe dan istri, kedua perusahaan tersebut adalah CV.ALQIFARI dan CV.NADYA PRATAMA, masing-masing perusahaan mendapatkan dana sebesar Rp.110.000.000 untuk (CV.ALQIFARI) nama Direktur Zaenal Bakri dan Rp.100.000.000 untuk (CV.NADYA PRATAMA) Direktur atas nama Marzaini M.Taib.


Hal itu memang diakui oleh Zaenal Bakri bahwa nama perusahaannya terlibat dalam kasus kegitan pengadaan ternak yang kini bermasalah, namun ia membantah jika perusahaan nya masuk dalam daftar perusahaan fiktif dikarenakan istrinya sempat melihat langsung penyerahan ternak tersebut kepada Dinas Kelautan Perikanan dan Pertanian (DKPP).


“Saya rasa itu tidak fiktif ya, dikarenakan istri saya sempat melihat langsung penyerahan ternak tersebut kepada pohak dinas”, ujar nya saat di konfirmasi FORUMKEADILAN.COM beberapa waktu lalu


Untuk diketahui kembali, sebelumnya juga sempat diberitakan terkait perusahaan miliknya yang masuk dalam daftar perusahaan fiktif dalam kegiatan korupsi pengadaan ternak sapi, yang bersangkutan mengatakan bahwa saat itu perusahaan miliknya dipinjam pakai oleh seseorang namun dalam hal itu dirinya beserta istri lupa membuat surat kuasa atas pemakaian perusahan milik nya.


Dalam hal ini Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irwan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, Kamis (27/09) mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi untuk membuktikan rekanan yang pengadaan ternaknya fiktif.


“Untuk proses selanjutnya kita masih terus melakukan pemeriksaan saksi, untuk dapat membuktikan mana perusahaan yang fiktif”, ujuarnya saat ditanyai wartawan.

 

Sembari menambahkan, untuk memeriksa saksi dari satu perusahaan saja pihaknya membutuhkan waktu lebih dari dua minggu maka hal itu juga yang memperlambat proses yang saat ini sedang berlangsung.


“Kita sejauh ini terhambat dengan banyaknya jumlah saksi yang harus kita periksa, bayangkan saja dari satu perusaan terdapat 3 saksi namun jika dari jumlah 111 perusahaan maka berapa banyak jumlah saksi yang kita periksa. Sedangkan untuk satu perusahaan saja lebih dari dua minggu waktu yang berjalan,” tutupnya.(DIL)