Zamzam Palsu dari Batang

Polda Jawa Tengah membongkar pengedar air zamzam palsu. Diedarkan hingga Jawa Barat, masyarakat harus berhati-hati.

Haji adalah rukun Islam kelima, dimana merupakan kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam yang mampu menunaikannya. Secara bahasa, haji berartiAl-Qashd (bermaksud) adalah pergi mengunjungi tempat yang diagungkan. Sementara secara istilah, haji bermaksud mendatangi Baitullah untuk amal Ibadah tertentu yang dilakukan pada waktu dan cara yang tertentu juga.  Dan setiap muslim yang pulang berhaji selalu membawa air zamzam yang menjadi buah tangan. Zamzam adalah air yang dianggap sebagai air suci oleh umat Islam. Zamzam merupakan sumur mata air yang terletak di kawasan Masjidil Haram, sebelah tenggara Kabah, berkedalaman 42 meter. Karena satu dan lain hal, setiap jamaah haji dibatasi untuk membawa air zamzam ke tanah air.

Inilah yang kemudian menjadi celah bisnis. Penjualan air zamzam yang didatangkan secara khusus di tanah air selalu tinggi permintaannya. Meskipun harga jual air zamzam terbilang tidak murah. Nah, celah itu yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Jajaran Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) membongkar praktik penjualan air zamzam yang diduga palsu. Ribuan liter air dalam kemasan botol berlabel Al Lattul Water disita Polda Jateng dari sebuah rumah kontrakan yang disewa CV Moya Janna di Jl. Blasi Pagilaran No.6 RT 003/RW 001, Desa Blado, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, akhir Juli lalu.

Dalam operasi itu, dua tersangka diamankan aparat Polda Jateng. Kedua tersangka itu, Y, 35, dan E, 54, yang diduga memproduksi dan mengedarkan air zamzam palsu yang dikemas dalam botol plastik 5 liter, 10 jeriken, dan botol ukuran 330 ml.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, mengatakan penyitaan air zamzam yang diduga palsu ini merupakan hasil operasi petugas Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng. “Jadi ini hasil penyelidikan petugas di lapangan menjelang Iduladha. Tidak hanya air zamzam, tapi juga terhadap daging sapi glonggongan yang diduga untuk kurban,” ujar Condro saat jumpa pers di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Rabu 8 Agustus 2018.

photo.sindonews.com

Condro menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka itu diketahui praktik penjualan air zamzam palsu itu sudah dilakukan sejak Oktober 2017. Tersangka diduga meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar dari penjualan air zamzam palsu itu. “Dalam satu bulan mereka bisa melakukan 30 kali pengiriman. Total tiga bulan terakhir, sekitar 1.100 dus air minum dalam kemasan senilai Rp330 juta mereka kirimkan,” jelas Kapolda Jateng.

Terkait pendistribusian, Condro mengaku masih melakukan penyelidikan. Namun dari keterangan tersangka, air zamzam palsu itu dikirim ke beberapa daerah di Jawa Barat (Jabar). “Semua barang dikirim Bandung. Meski demikian, kami tetap melakukan engecekan di setiap toko-toko perlengkapan haji dan umrah yang ada di Jateng,” beber Condro.

Penyidikan kasus pemalsuan air zamzam di Batang terus dilakukan polisi. Pelaku Y (37), E (54) diketahui pemain lama. Di tahun 2016, mereka beraksi serupa namun tak terendus aparat.Kepala Polres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan guna mengelabuhi polisi kedua pelaku berganti modus.

Mereka akan memproduksi air kemasan palsu bermerek La Lattul Water di wilayah Pagilaran, Kabupaten Batang ketika menerima pesanan dari pelanggan. “Hanya saja, para pelaku memang baru memulai aktivitas produksinya kembali. Selain itu, para tersangka juga memainkan modus baru dalam melancarkan aksinya yaitu dengan tidak memproduksi air zamzam palsu setiap hari,” kata Edi seperti diberitakan Antara.  “Jadi memang kita mengaku kasus ini tidak terdeteksi oleh Polres Batang karena belum dilakukan dan modus yang digunakan juga tergolong baru,” tambahnya.

Edi mengungkap, di tahun 2016 pelaku memproduksi air zamzam abal-abal tanpa menunggu pesanan. Di tahun itu pula, terdapat pabrik sekaligus gudangnya yang berlokasi di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, tetapi pada kasus yang baru ini hanya ada gudangnya saja untuk menyimpan barang jika nanti ada pesanan baru.

Ia mengatakan air zamzam palsu yang diproduksi oleh para tersangka itu hanya air isi ulang biasa dengan membeli di tempat pengisian air isi ulang di Pagilaran, Kecamatan Blado. “Kami akan mendalami lagi kasus itu untuk memastikan tidak adanya sindikat lain yang memproduksi air zamzam palsu di wilayah Batang. Saya sudah perintahkan tim terjun ke lapangan, agar jangan sampai ada peristiwa lagi,” katanya.

photo.sindonews.com

Kasus pemalsuan air zamzam juga pernah terbongkar pada 2015 silam. Ketika itu, Polisi membongkar industri pemalsu air zam-zam palsu di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi juga mengamankan 6 orang yaitu MR, SS, WD, AW, MH dan NS. Modus yang dilakukan para pelaku yaitu mengemas air mineral galon ke wadah lain dan dijual sebagai air zam-zam. Ukuran yang dijual pun bervariasi dari 300 ml, 1 liter dan 5 liter.

Ternyata, sebelum membuka usaha sendiri, MR pernah bekerja dalam membuat air zam-zam palsu. “Sebelumnya MR pernah bekerja dan membuat air zam-zam yang serupa di tempa tersangka MH yang beralamat Jakarta Timur, sehingga MR membuka usaha sendiri di Tanah Abang, dan ada juga beberapa air zam-zam yang dibeli dari MH untuk dijual oleh tersangka MR,” jelasAKBP Tatan Dirsan Atmaja yang ketika itu menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat.

Saat ini pihak kepolisian sudah menyita barang bukti, antara lain 182 jeriken ukuran 5 liter air zam-zam palsu yang dibungkus plastik bertulisan Safewrap, 41 dus air zam-zam palsu merek zam-zam water kemasan dus warna putih, 38 dus air zam-zam merek wate from Makkah Al Mukaromah, 9 dus minyak Zaitu merek Le Riche, 13 bal dus air zam-zam, 1 dus tutup botol, 80 galon air mineral galon, 5 pas dus minyak zaitun, 4 hair dryer merek Wigo, 6 dus jeriken 1 liter, 1 plastik botol mineral, 4 plastik tutup botol, 4 plastik merek berbagai macam, 18 dus minyak goreng, 5 stempel tanggal, 1 bak stempel, 2 rol plastik dan 2 alat press.

Kemasan air zam-zam 5 liter dijual seharga Rp 75.000-Rp 125.000, 1 liter Rp 25.000, 300 ml seharga Rp 10.000, madu Rp 75.000- Rp 100.000 dan minyak zaitun oplosan yang dicampur minyak goreng merek Filma seharga Rp 10.000. JOKO MARDIKO