Ingin Jadi Pekerja Ilegal, Warga Nigeria Dan Cina Binjiri Kalimantan Selatan

Puluhan pria yang diduga Warga Negara Asing (WNA) Tionghoa terlihat memadati area kedatangan Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru, Selasa (28/8) pagi. Mereka tiba ke Kalsel melalui penerbangan pagi dari Jakarta.

Banyaknya jumlah WNA yang datang lengkap dengan tas dan koper besar menarik perhatian warga sekitaran Bandara. Gufran, seorang supir taksi bandara juga mengaku penasaran.

“Banyak jumlahnya yang datang, tidak berbarengan setahu saya, sepertinya dari beberapa buah pesawat dari Jakarta, keperluannya juga tidak tahu,” ceritanya kepada wartawan.

Banyaknya WNA yang datang ke Banua diakui Kepala Divisi Imigrasi Kementerian Hukum & HAM Kanwil Kalsel Dodi Karnida. Meski begitu, dia mengatakan tidak mengetahui maksud dan tujuan kedatangan WNA tersebut.

“Kami tidak mengetahui maksud kedatangan dan tujuannya ke Kalsel,” kata Dodi yang saat dikontak sedang berada di PT Conch Tabalong untuk urusan keimigrasian.

Dikatakannya, Keimigrasian belum menempatkan petugas di Bandara Syamsuddin Noor. “Ini sehubungan dengan status Bandara yang bersifat domestik,” tambahnya.

Dodi meyakini bahwa para WNA tersebut sudah memiliki izin masuk dan izin tinggal dari petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta atau Bandara lain yang bersifat Internasional. Untuk memastikan, Dodi menyatakan akan melakukan penanganan sesuai prosedur mereka.

“Kita akan mengumpulkan data dukungnya secara komperhensif, lalu akan dilakukan cek lapangan langsung,” jawabnya yang enggan disebut kecolongan. Dia mengatakan WNA yang datang ke Banua punya kesamaan dengan WNA yang datang untuk menonton festival Borneo atau Pasar Terapung tempo lalu.

“Kedatangan mereka juga sama kedudukannya dengan Warga Negara Arab yang datang silaturahmi kepada teman atau keluarganya di Banjarmasin,” jelasnya. Karena itu, WNA itu tidak ada kewajiban melapor kepada Keimigrasian Kalsel. “Kewajiban mereka ke Kantor Imigrasi adalah permohonan perpanjangan izin tinggalnya apabila mau habis,” bebernya yang meyakini WNA itu sudah memiliki Visa Tinggal Terbatas (VITAS) yang digunakan dalam urusan kerja.

“Saya kira VITAS mereka adalah untuk bekerja yang jangka waktunya satu tahun dan dapat diperpanjang tiga kali, jadi kecil kemungkinan kalau mereka memegang visa turis, soalnya mereka mau wisata apa atau kemana?” komentarnya.

Perihal jumlahnya yang disebut banyak, Dodi tak ingin mengira-ngira. “Saya belum dapat info terbaru, tapi kalau jumlahnya banyak begitu sepertinya mereka akan bekerja di perusahaan besar,” ujarnya.

Kemudian kemungkinan lainnya kata Dodi adalah WNA ini menuju Provinsi tetangga untuk bekerja di proyek pembangunan Listrik. “Bisa juga menuju Kalteng untuk proyek pembangunan Listrik, karena dari Banjarmasin mungkin lebih dekat dengan lokasi atau pesawat tujuan Palangka Raya penuh,” pungkasnya.