Terlibat Jaringan 150 Kg Sabu-sabu, Anggota DPRD Langkat Ditangkap BNN

Badan Nasional Narkotika (BNN) menangkap anggota DPRD Langkat, Ibrahim Hasan alias Hongkong yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di Aceh dan Pangkalan Susu, Sumatera Utara. Politisi Partai NasDem itu ditengarai terlibat jaringan sindikat narkotika dengan barang bukti 150 kilogram sabu-sabu bernilai Rp 200 miliar.

Selain Ibrahim Hasan, BNN juga membekuk Ibrahim alias Jampok, Rinaldi, A Rahman, Joko dan Amat. “Penangkapan Kapal di Perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu dan Pangkalan Brandan. Adapun penangkapan di Kapal Kayu tersebut diamankan 4 orang dengan barang bukti 3 karung goni diduga narkotika,” sebut Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari dalam keterangan persnya, Senin (20/8/2018).

Setelah melakukan penangkapan pertama, petugas melanjutkan pengejaran terhadap Ibrahim Hasan di Pelabuhan Susu, yang diduga sebagai pemilik narkoba. Selain itu, tim gabungan juga terhadap pemilik kapal, Rinaldi. “Tim juga melakukan penangkapan terhadap Ibrahim alias Jampok yang merupakan kurir dan orang gudang yang menyimpan Narkotika,” tutur Arman.

Adapun barang bukti yang disita BNN antara lain, Kapal Kayu berwarna biru, tiga karung goni diduga berisikan narkotika, mobil Fortuner warna hitam dengan nopol BK 5 IH, uang tunai sejumlah Rp1.550.000 dan handphone. Selain itu, kartu ATM, kartu Anggota DPRD Kabupten Langkat atas nama Ibrahim, sim card dan kartu identitas, STNK mobil dan motor.

Pengungkapan kasus narkotika itu berawal dari informasi yang diterima BNN. Informasi tersebut ditindaklanjuti. Pihak BNN langsung berkoordinasi dengan Bea Cukai dan TNI-AL Langsa. Selanjutnya, tim gabungan antar institusi itu bergerak dan mencurigai sebuah kapal kayu berwarna biru di perairan Selat Malaka. Kapal kayu itu kemudian diamankan. Tim gabungan menemukan 3 goni diduga berisi narkoba jenis sabu-sabu seberat 150 kilogram.

Dari penyelidikan disebut-sebut barang bukti 150 kg sabu-sabu seharga lebih kurang Rp 200 miliar tersebut, melibatkan oknum anggota DPRD Langkat Ibrahim Hasan. Selanjutnya petugas BNN bergerak cepat. Pada Minggu (19/8/2018) sore, petugas BNN mendapati Ibrahim Hasan dan teman-temannya sedang berada di dermaga TPI Pangkalan Susu di Jalan Pelabuhan, Kelurahan Beras Basah, Pangkalan Susu.

Saat Ibrahim Hasan dan teman-temannya turun dari dalam boat yang dinaiki, petugas langsung bergerak menangkap mereka tanpa melakukan perlawanan. Para tersangka dikereng ke BNN Sumut untuk diteruskan ke BNN Pusat.

Berdasarkan informasi diterima, Ibrahim Hasan merupakan anggota DPRD Langkat asal Partai NasDem yang disebut-sebut pemilik narkoba tersebut. Ibrahim Hasan tercatat sebagai warga Dusun II Bakti Rt 000 Rw 000 Kel/Desa Paya Tampak, Pangkalan Susu, Langkat. Sedangkan tersangka Rinaldi warga Gg Singapore Dusun II Bakti, Kampung Pelawi, Pangkalan Susu, ditengarai sebagai pemilik kapal. Sementara Ibrahim Jompok warga Pusung Baru, Lhokseumawe, Aceh, diduga sebagai kurir dan penyimpan barang di gudang bersama tersangka A Rahman warga Lingkungan I Pangkalan Susu, Joko warga Sungai Bilah Barat Pangkalan Brandan, dan Amat warga Sungai Bilah Pangkalan Brandan. Kabarnya, nama Henri kepala Kantor Pos Pangkalansusu yang juga warga Lorong Abdi Desa Sei Siur turut ditangkap dalam kasus ini. Begitu juga hamzah warga Desa Paya Tampak Pangkalan Susu sebagai supir pengangkutan ke gudang. (Zainul Arifin Siregar)