Tapi Pawai HUT RI Bergaya Bencong Dan Pakaian Seksi Tidak Diperiksa Polisi

Perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia diramaikan dengan berbagai atraksi. Seperti lomba gerak jalan berkostum bencong atau waria  yang belum lama ini diselenggarakan masyarakat Buleleng, Bali. Videonya diposting ke youtube.

Sejak diposting pada Kamis (11/8/2016), video ini telah 445 ribu kali tayang dan mendapat 3,2 ribu like dengan 16.552 kali dibagikan. Tak ayal, lebih dari 300 netizen memberi komentar.

Lomba gerak jalan ini diikuti oleh banyak peserta, salah satunya yang menarik perhatian adalah regu dari SMAN 19 Wargas. Regu tersebut merupakan kelompok peserta yang berasal dari komunitas Waria dan Gay Singaraja (Wargas).

Layaknya siswi-siswi SMA, para waria itu mengenakan seragam putih abu-abu. Penampilan mereka di jalanan kawasan Singaraja kemarin itu pun sontak heboh jadi pembicaraan di media sosial. Dalam hal ini, partisipasi para waria itu masih menuai sejumlah pro dan kontra. Tetapi tak sedikit pula netizen yang menganggapnya sebagai seru-seruan saja.

Suasana GOR Bhuana Patra Buleleng pun langsung mendadak riuh ketika sekelompok peserta lomba gerak jalan dewasa putri berpakaian putih abu-abu tiba di lokasi start lomba tersebut. Aksi ini pun direkam di video dan menjadi viral di dunia maya.

Pawai ala bencong siswa-siswa SMA

Video ini menampilkan gerakan lambat plus musik. Regu dari SMAN 19 Wargas Buleleng tersebut merupakan regu yang terakhir dari 49 regu pengikut lomba.

 

Penonton yang memadati lokasi dimulainya lomba itu langsung berebut untuk berfoto bersama mereka. Tidak sedikit pula, termasuk penonton perempuan yang memuji penampilan mereka yang dianggap cantik.

Sorakan disertai pujian juga banyak terdengar ketika mereka memulai start lomba gerak jalan. Penonton yang memadati kedua sisi garis start berebut untuk memfoto regu tersebut, sembari berteriak histeris.

SMAN 19 Wargas merupakan regu gerak jalan dari komunitas Waria dan Gay Singaraja (Wargas). Penampilan mereka cukup berbeda dengan peserta lainnya dan selalu ditunggu-tunggu masyarakat setiap tahunnya. Seorang anggota Wargas, Elsa Jasmine mengaku jika kostum yang dikenakan tahun ini memiliki makna tersendiri.

Melalui kostum seragam SMA itu mereka ingin mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS kepada para pelajar sehingga mereka bisa mengurangi pergaulan bebas.