Mungkin Saya Juga Sesat

Priyono B. Sumbogo

“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka (sendiri), kemudian berkata, “Ini dari Allah” (dengan maksud) untuk menjualnya dengan harga murah. Maka celakalah mereka, karena tulisan tangan mereka, dan celakalah mereka karena apa yang mereka perbuat.” (Qs. Al-Baqarah: 79).

Orang-orang menganggap Aisyah Tusalamah Baiduri Intani, Ratu Kerajaan Ubur-Ubur, menyebarkan ajaran sesat, sebab memang sesat. Aisyah mengaku Tuhan, Rasul, titisan Nyi Roo Kidul, dan Herkules.

Namun bila berpedoman pada ayat Al-Qur’an di atas, bukan hanya Ratu Kerajaan Ubur-Ubur yang sesat, melainkan termasuk mereka yang menjual ayat-ayat agama dengan harga murah. Juga mereka (atau kita–mungkin termasuk saya)  yang memiliki ilmu pengetahuan untuk kepentingan diri sendiri, terlebih untuk mencelakai orang lain, dan  bukan untuk mewujudkan kebaikan bagi mayarakat dan agama. Juga mereka (atau kita–mungkin termasuk saya) yang memperdayai agama untuk memburu kekuasaan atau kesenangan.