Sengkarut Pasar Turi

Polisi menjemput paksa Henry J Gunawan di depan ruang persidangan. Yusril kecewa.

Pasar legendaris dan icon kota Surabaya Pasar Turi, terbakar pada 26 – 28 juli 2007. Hasil investigasi kepolisian yang disampaikan oleh Kapolda Jatim saat itu Herman Sumawirja mengatakan pasar turi itu dibakar (yang sampai sekarang tidak berhasil diungkap siapa pelakunya). Pasca kebakaran dan untuk kembali memulihkan ekonomi pedagang dan agar dapat kembali mengupayakan pembangunan kembali pasar turi tersebut, pedagang menemui walikota Surabaya saat itu Bambang DH.

Menurut Taufik salah seorang pedagang,  Bambang DH mengatakan bahwa pembangunan pasar turi bisa cepat dibangun bila menggandeng investor. Inisiatif ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan lelang investasi pembangunan pasar turi dan pada tahun 2009 pemkot mengumumkan pemenang lelang tersebut yakni PT.Gala Bumi Perkasa (yang bertindak selaku Lead Firm) dan kongsi nya:  PT.Lucida Megah Sejahtera, dan PT.Central Asia Investment dalam sebuah payung Joint Operation (JO) bernama Gala Megah Investment.

Dilanjutkan dengan pembuatan MOU dengan Pemkot Surabaya no.180/ 1096/436.1.2/2010 yang dibuat pada 9 Maret 2010 dimana pihak pemkot diwakili oleh Bambang DH dan Lead Firm perusahaan JO diwakili oleh Raja Sirait (direktur utama PT.Gala Bumi Perkasa).

Yusril Ihza Mahendra (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Perjanjian awal dengan walikota Bambang DH ini pun dikuatkan lagi dengan berita acara rapat kesepakatan pembangunan pasar turi kemudian oleh Pemkot diwakili oleh walikota Tri Rismaharini pada tanggal 24 November 2010 dengan konsep Bangun Guna Serah (BGS) dengan jangka waktu 25 tahun dan pedagang lama diproritaskan untuk menempati 3800 stand bangunan 6 lantai pasar turi yang baru  dan diberikan Hak Pakai Stand oleh Pemkot Surabaya. Pada tanggal 10 Oktober 2011 dilakukan serah terima objek bangun diwakili oleh Walikota Tri Rismaharini dan JO diwakili Raja Sirait. Dengan batas penyelesaian pembangunan 14 Februari 2014.  Selanjutnya pasar turi mulai dibangun pada 1 Februari 2012.

Masa pendaftaran pembelian stand dengan status Hak Pakai Stand dimulai bulan Januari – Maret 2012, dengan membayar pendaftaran sebesar 5 juta/stand. Kemudian dilanjutkan dengan pengundian stand untuk pedagang lama pada akhir juni sd awal juli 2012 yang dihadiri oleh Pemkot, Notaris, Pedagang dan Investor di gedung Garnisun Tetap 3 Surabaya. Pembayaran uang  muka stand yang dibeli 20% harus lunas Desember 2012 sedangkan sisanya 80% harus sudah lunas 3 bulan sebelum bangunan pasar turi selesai yang direncanakan tanggal 14 february 2014. Kemudian sisa dari undian stand tersebut akan dipasarkan ke pedagang baru oleh investor mulai bulan Agustus 2012.

Menurut Taufik Al Djufri saat dipasarkan dengan harga jual mulai 17 juta sampai 25 juta per meter persegi tersebut, benar benar menuai respon yang luar biasa dari pembeli,  infonya dengan terjual Rp1,7 triliun dalam jangka waktu 3 minggu dan sisa stand senilai Rp1,1 triliun saat itu. Pada kurun waktu September 2012, diduga karena tergiur melihat animo penjualan stand pasar turi yang luar biasa, Henry J Gunawan pemilik PT.Gala Bumi Perkasa,  memecat wakil kongsi JO Teguh Kinarto sebagai Dirut PT. Gala Bumi Perkasa dan menggantikan nya sendiri. Hal ini dianggap  sebagai bentuk  kudeta kepada kongsi kongsi JO nya di Gala Megah Investment.

Singkat cerita, seteru antara pedagang dengan Henry makin memanas dan berujung dia harus menjadi terdakwa.Bos Pasar Turi, Henry J Gunawan, menyewa pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra untuk menghadapi dakwaan jaksa dalam perkara penipuan dan penggelapan aset pedagang Pasar Turi.

Henry J Gunawan, bos Pasar Turi Surabaya, menjalani sidang tuntutan di PN Surabaya. (KOMPAS.com/ACHMAD FAISAL

Henry J Gunawan, bos PT Gala Bumi Perkasa dalam perkara ini didakwa pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 372 tentang Penggelapan. Perbuatan terdakwa Henry disebut merugikan pedagang Pasar Turi dengan total kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Kasus ini mencuat setelah pedagang Pasar Turi melaporkan Henry ke Polda Jatim pada Januari 2015. Mabes Polri sempat mengambil alih kasus tersebut. Dalam laporan pedagang, Henry dituding memungut biaya sertifikat hak milik atas kios pedagang Pasar Turi Surabaya. Sementara sampai saat ini para pedagang belum menerima sertifikat hak milik.

Pada Rabu, 15 Agustus 2018, Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum bos Pasar Turi Surabaya, Henry J Gunawan, mengaku prihatin atas tindakan penyidik Bareskrim Polri yang menjemput paksa kliennya pekan lalu di pintu masuk Pengadilan Negeri Surabaya. Karena dalam kesepakatan pihaknya dengan penyidik Bareskrim Mabes Polri, direktur utama PT Gala Bumi Perkasa itu akan hadir untuk menjalani pelimpahan tahap 2 pada 7 September 2018. “Tapi kemarin masih 8 Agustus sudah dijemput paksa. Dalam kasus ini, aparat sudah bertindak berlebihan,” katanya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum bos Pasar Turi Surabaya, Henry J Gunawan, mengaku prihatin atas tindakan penyidik Bareskrim Polri yang menjemput paksa kliennya pekan lalu di pintu masuk Pengadilan Negeri Surabaya. Karena dalam kesepakatan pihaknya dengan penyidik Bareskrim Mabes Polri, direktur utama PT Gala Bumi Perkasa itu akan hadir untuk menjalani pelimpahan tahap 2 pada 7 September 2018. “Tapi kemarin masih 8 Agustus sudah dijemput paksa. Dalam kasus ini, aparat sudah bertindak berlebihan,” katanya di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (15/8/2018) sore.

Lagi pula, kata Yusril, kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang menjerat kliennya tersebut adalah kasus perdata, bukan pidana. “Kasus ini dinyatakan murni perdata oleh Mahkamah Agung dan bahkan sudah inkracht,” jelasnya. Pihaknya juga sudah menjelaskan kepada penyidik Bareskrim Mabes Polri bahwa kasus tersebut sudah dimenangkan kliennya di pengadilan perdata. Pelapor atas nama Teguh Kinarto sudah diputus harus membayar Rp 20 miliar kepada terlapor.

semestinya jika suatu sengketa sudah diselesaikan secara perdata dan sudah jelas siapa yang salah dan siapa yang benar, maka itu tidak bisa dilarikan ke ranah pidana. “Sedangkan bukti-bukti yang digunakan pidana sama dengan bukti-bukti yang digunakan di persidangan perdata,” tegasnya.

Dia merasakan ada upaya kriminalisasi terhadap kliennya. Kasus yang diproses Mabes Polri adalah satu dari sekian kasus yang sedang didalami kliennya. Saat ini, di Pengadilan Negeri Surabaya juga sedang berlangsung proses hukum kliennya atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan oleh pedagang Pasar Turi. JIR