Selain Dirampok. Turis Singapura Dipukuli Preman Pekanbaru

Wisata Riau tercoreng di mata turis asing. Seorang  warga negara (WN) asal Singapura yang sedang melancong di Pekanbaru. Ia dirampok saat berjalan di dekat pusat perbelanjaan sekitar Jalan Jenderal Sudirman.

Dari keterangan yang dirangkum saat gelar olah tempat kejadian perkara, insiden tersebut terjadi pada Jumat 3 Agustus 2018 siang tadi.

Korban yang saat itu baru saja keluar dari toko emas dihampiri oleh sekelompok laki-laki yang mengendarai mobil.

Para pelaku tersebut kemudian mendekati korban yang saat itu berjalan hendak ke salah satu pusat perbelanjaan.

Hamidah kepada awak media yang wajahnya masih dalam keadaan ketakutan itu mengaku para pelaku menanyakan apakah mereka mengingatnya.

“Mereka tanya, apakah ibu kenal saya. Saya jawab tidak. Kemudian mereka jawab lagi, ini kawan dibelakang saya kenal ibu,” kata Hamidah dengan menggunakan bahasa melayu.

Saat dia mencoba memastikan siapa pria dibelakang mobil yang mengaku mengenalnya, Hamidah langsung ditarik dan dipaksa masuk ke dalam mobil jenis minibus itu.

Di dalam mobil itu Hamida yang seorang turis tersebut diperlakukan secara kasar, termasuk dipukuli pada bagian wajah. Tampak jelas memar bagian hidungnya masih terlihat saat ditemui wartawan di tempat kejadian perkara.

Selain dipukuli, korban juga dirampas harta bendanya. Uang miliknya senilai Rp10 juta raib. Begitu juga dokumen dan kartu ATM miliknya. Korban kemudian diturunkan di sekitar Jalan Arifin Achmad Pekanbaru dan langsung meminta bantuan ke Polisi.

Saat ini, kasus tersebut masih terus didalami kepolisian. Sementara Hamidah masih berupaya berkoordinasi dengan Polisi terakait insiden tersebut.

“Kami masih terus menyelidiki kasus ini,” kata Kepala Satreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto di Pekanbaru.

Bimo menuturkan dalam insiden tersebut, seoran WN Singapura bernama Hamida binti Abdullah (56) mengalami insiden memilukan saat sedang berjalan di Jalan Jenderal Sudirman, atau pusat bisnis dan wisata kota itu