Sekurangnya 85 Ribu Kapal Harus Diawasi Bakamla Di Selat Singapura

Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengawasi sedikitnya 85 ribu kapal yang hilir mudik di Selat Singapura guna mengantisipasi kejahatan di perairan Indonesia di antaranya penyelundupan narkoba, perdagangan manusia.

“Dalam setahun Selat Malaka yang menjadi jalur internasional dilintasi 80 sampai 85 ribu kapal,” kata Direktur Latihan Bakamla, Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, di Batam, Sabtu.

Eko mengatakan Bakamla sudah memetakan titik-titik rawan kejahatan di laut dan salah satu fokus utama adalah memantau setiap lalu lalang kapal di Selat Singapura.

“Kita mempunyai peta kerawanan dan yang memegang itu pusat informasi maritim (PIM) yang selalu pegang data itu untuk menggelar operasi,” ujar Eko.

Eko menambahkan, Bakamla memasang sensor-sensor elektronik agar mudah melakukan pendataan dan mengetahui apa saja yang terjadi di perairan Indonesia dari jarak jauh.

“Tapi itu belum akurat dan harus kita perbaharui dengan data intelijen untuk membuktikan apakah benar kapal tersebut melakukan kejahatan di laut,” papar Eko.

Menurut Eko, secara nasional perairan di Indonesia masuk dalam kategori rawan tindak kejahatan di laut.

“Di laut batas negara kita tidak dipagari, terbuka semua di laut dan personel kita belum banyak,” kata Eko.

Di usia empat tahun berjalan, kata Eko, Bakamla hanya memiliki 8.500 personel dan tujuh unit kapal.

Sebelumnya pada Kamis (9/8) Bakamla RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan kegiatan manuver lapangan di Selat Singapura dalam penanganan atau pencegahan penyelundupan narkoba di laut.

Tujuan dan sasaran latihan bersama tersebut untuk mensinergikan kerja sama antara Bakamla dengan BNN.

Serta meningkatkan keamanan maritim Indonesia pada bidang pencegahan penyelundupan narkoba melalui laut.

Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dari Bakamla dan BNN yang mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dalam mengenal jenis-jenis narkoba, mendeteksi narkoba dan penanganan penyelundupan narkoba.

Bimtek manuver lapangan dilaksanakan untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama Bakamla dengan BNN dalam pemahaman prosedur serta taktik operasi laut.

Selain itu juga untuk mensinergikan pemahaman dan pengembagan standar operasi prosedur (SOP) untuk penanganan dan pencegahan penyelundupan narkoba melalui jalut laut.(