Puluhan WNI Terlibat Kriminal Di Brunei

Sebanyak 34 warga negara Indonesia (WNI) terlibat kasus hukum di Brunei Darussalam. Masalah ini disinggung Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kedutaan Besar (Kedubes) RI untuk Brunei Darussalam saat konferensi cyber crime di Brunei.

Wakil Jaksa Agung (Waja) Arminsyah menjelaskan WNI telibat pembunuhan, penyelundupan rokok, hingga membuang sampah. Ada pula WNI yang terjebak narkoba dengan modus menerima titipan dari warga Brunei.

Di sisi lain, WNI di Brunei yang terdata Kedubes sebanyak 83 ribu, dari total penduduk Brunei 423 ribu. Kedutaan saat ini menggagas nota kesepahaman antara Brunei dan Indonesia tentang penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI).

Arminsyah juga membahas tentang kasus narkoba dengan Duta Besar RI untuk Brunei Sujatmiko. Hal ini menyangkut sindikat yang melibatkan WNI dengan warga Brunei dalam kejahatan narkoba.

“Kemudian Dubes (Sujatmiko) juga meminta pada Menkominfo (Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara) untuk menutup blog yang tidak benar dan menyesatkan,” kata Arminsyah dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Agustus 2018.

Sementara itu, dalam konferensi di Brunei, Arminsyah didampingi beberapa pejabat Kejaksaan Agung. Mereka di antaranya Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jam Pidum) Nur Rochmad dan Kepala Biro (Karo) Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung Darmawel Aswar.