Polres Banjarbaru Tangkap Pengedar Sabu

Kepolisian Resor Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menangkap seorang pengedar narkotika golongan  jenis sabu-sabu dan menyita barang bukti seberat satu kilogram lebih.

Kepala Kepolisian Resor Kota ini Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Kota Banjarbaru, Kamis 2/8/2018 mengatakan, tersangka berinisial NA (37) yang ditangkap merupakan residivis kasus kepemilikan barang haram itu.

“Tersangka ditangkap, Selasa (31/7) malam dan ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 1 kilogram di rumahnya Komplek Citra Palam Guntung Manggis, Landasan Ulin Banjarbaru,” ujarnya.

Pengungkapan kasus narkotika terbesar sepanjang sejarah Polres Kota Banjarbaru itu dihadiri Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes M Firman dan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani.

Menurut kapolres, penangkapan tersangka NA yang dilakukan oleh sejumlah anggota Satresnarkoba Polres Banjarbaru tidak mudah karena berusaha melawan sehingga terpaksa ditembak kakinya.

Dijelaskan, sebelum penangkapan petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait aktivitas residivis narkotika itu yang mengedarkan sabu-sabu sehingga dilakukan penyelidikan mendalam.

Disebutkan, informasi masyarakat tersangka sudah cukup lama dalam menjalani aktivitas mengedarkan sabu-sabu yang dibagikan di daerah Banjarbaru, Banjarmasin, Binuang dan Sungai Danau, Tanah Bumbu.

“Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi masyarakat dan setelah dipastikan benar, dilakukan penggrebekan di rumahnya hingga ditemukan sabu-sabu 1 kilogram, ” ucapnya.

Dikatakan, selain menyita satu kilogram sabu-sabu yang dibungkus dalam 11 plastik klip itu, petugas juga mendapati timbangan elektronik dan satu paket kecil sabu-sabu di meja kamar rumahnya.

“Hasil penimbangan sabu-sabu yang ditemukan dirumah tersangka, berat kotornya mencapai1.082,51 gram dan jika dirupiahkan sabu-sabu seberat satu kilogram lebih tersebut nilainya Rp1,5 miliar,” ujar kapolres.

Ditambahkan, tersangka NA yang mendapatkan upah sebesar Rp1 juta per 1 ons melanggar pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 dengan  ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

“Kami masih melakukan pengejaran terhadap orang yang disebutkan tersangka sebagai pemasok barang haram itu yang ditetapkan sebagai target operasi kepolisian,” katanya.