Polisi Akan Bertindak Jika Orang Tua Murid Laporkan Guru Preman Purworejo

Kepolisian Resor Banyumas belum akan mengambil tindakan berkaitan dengan kasus kekerasan oknum guru SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Sampai saat belum ada laporan resmi dari pihak korban.

Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, pihaknya siap untuk menangani kasus pemukulan tersebut jika ada orang tua siswa yang melaporkan. Tapi, keempat siswa beserta orang tuanya sudah dikumpulkan dan dilakukan jalan mediasi.

“Pada prinsipnya, kami dari Polres siap menindaklanjuti apabila dari pihak korban ingin melaporkan. Namun, pihak orang tua minta ada sanksi administrasi atau peringatan kepada guru tersebut, sehingga tidak terjadi lagi kejadian serupa kepada anak-anak mereka atau siswa lainnya,” kata dia, Selasa (21/8/2018).

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Purwadi Santoso menyayangkan tindakan oknum guru di SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto. Menurutnya, peristiwa yang terjadi pada Senin (20/8) tersebut sudah keterlaluan, melebihi amanah yang diberikan oleh wali murid kepada sekolah atau guru.

Karenanya wali murid punya hak untuk menuntut. Soal tuntutannya apa, diserahkan kepada orang tua korban. “Hanya yang perlu dipikirkan oleh orang tua adalah jangan sampai kontraproduktif terhadap tujuan pendidikan anak,” katanya.

Purwadi menambahkan, tidak seharusnya kekerasan dilakukan dengan alasan apapun. Sebab, mendidik siswa banyak caranya.

“Jika siswa salah, ditegur dengan bijaksana. Jangan main tangan, jangan melakukan kekerasan fisik,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar semua sekolah mengarahkan kepada pengajarnya agar mereka bisa bertindak lebih bijaksana saat mendidik para siswa.

Video pemukulan oknum guru terhadap beberapa siswa di SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto menjadi viral setelah beredar luas via WhatsApp. Dalam video berdurasi 29 detik itu oknum guru berseragam krem terlihat marah-marah karena siswa tidak melaksanakan salat dhuhur berjamaah.

Hari ini pihak sekolah menggelar mediasi dengan orang tua siswa. Mereka berjanji akan menindaklanjuti permintaan orang tua siswa yang menginginkan oknum guru pelaku pemukulan dikeluarkan dari sekolah