Poldasu Diminta Razia Mobil Dinas Pemprovsu Berubah Plat

Banyak ASN Menguasai Harta Negara Bagai Milik Sendiri

Sikap aparatur Pemprovsu sungguh tak terpuji. Mobil dinas milik negara, disulap bagai milik sendiri. Mereka mengubah plat merah menjadi hitam, tanpa peduli peraturan dan perundang-undangan. Tidak tanggung-tanggung, jumlah mobil dinas yang dikuasai perorangan itu mencapai ratusan unit.

Mental para aparatur yang menguasai harta negara itu tergambar dari berjejernya mobil dinas berplat hitam di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumatera Utara. Mereka seakan tak perduli dengan Undang-undang LLAJ Nomor 22/2009, Peraturan Pemerintah No 80/2012 dan Peraturan Kapolri No 5/2012. Padahal, dalam Pasal 68 ayat 1 UU LLAJ No 22/2009 ditegaskan ancaman pidana dua bulan denda Rp 500 ribu bagi pengendara yang tidak memasang tanda nomor kendaraan yang ditetapkan kepolisian.

Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekertariat Daerah Provsu, Zonni Waldy, tidak menampiknya banyaknya aparatur sipil negara di jajajaran Provsu yang merubah mobil dinas dari plat merah menjadi hitam. Mantan Kadiskanla ini sangat menyesalkannya. Pihaknya berjanji akan menyurati semua OPD untuk segera mengembalikan plat mobil dinas seperti semula.

Sementara itu Kabag Aset Suryadi, belum bisa merinci jumlah mobil dinas yang saat ini digunakan oleh para OPD. “Aduh buka data lagi,” kata Suryadi dari ujung telepon, Kamis (2/08/2018).

Informasi menyebut kalau jumlah mobil dinas berubah plat mencapai ribuan. Namun, Suryadi tidak bisa memberi informasi tanpa melihat data di dokumen bagian aset.

Lain halnya anggota Komisi A DPRD Sumut, Nazer A Djoeli. Politisi Nasdem ini mendesak Polda Sumatera Utara melalui Direktorat Lalulintas untuk melakukan tindakan tegas dengan menggelar razia. “Kita minta polisi bertindak tegas dan melakukan razia khusus mobil dinas yang berubah plat,” katanya.