Pembunuhan Petani Karet Di Malam Takbiran Idul Adha

Masyarakat Desa Penyandingan dan Desa Lubuk Leban, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupten Ogan Komering Ulu (OKU) digegerkan peristiwa pembunuhan di malam takbiran.

Saat umat Muslim tengah berbahagia dengan  mengumandangkan takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1439 H,  Selasa (22/08/2018), pukul 19.00 WIB, justru ratusan warga semburat keluar rumah menuju salah satu kebun karet yang ada di Desa Penyandingan.

Di tengah kegelapan kebun, sudah terbujur kaku mayat Idar Sumarlin (38), warga Kampung III, Desa Lubuk Leban. Darah segar membasahi dada kanannya.  Diketahui, korban baru saja menemui ajal saat sedang menyadap karet. Lampu penerang yang dibawanya untuk menyadap karet pun masih menyala.

Tewasnya korban disebabkan diduga telah dibunuh. Untuk melihat kondisi korban dan memudahkan evakuasi, warga bergotongroyong membawa mesin genset lengkap dengan lampu penerangan.

Polisi dari Polsek Sosoh Buay Rayap dan Tim Inafis Satreskrim Polres OKU pun datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ibnu Sutowo Baturaja.

Sebelumnya diketahui, berkat upaya petugas, pelaku pembunuhan ini bisa diungkap kurang dari dua jam.

Ternyata pelakunya seorang anak baru gede (ABG) berusia 16 tahun berinisial Ag. Selain merupakan warga sekampung dengan korban, bocah ini merupakan teman anak korban.

Kini, Ag sudah diamankan polisi. Dia menyerahkan diri diantar orangtuanya ke rumah Kepala Desa Penyandingan. Lalu dia dijemput petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan di Mapolres OKU bersama barang bukti sebilah pisau masih berlumuran darah,” jelas Kapolres OKU AKBP Dra NK Widayana Sulandari didampingi Kasatreskrim AKP Alex Andriyan melalui Kanit Reskrim Polsek Sosoh Buay Rayap Aipda Agus Trisandi, saat dikonfirmasi Rabu (22/08).

Motif yang melatarbelakangi pelaku menikam korban lantaran tidak terima telah ditegur korban. Karena sebelumnya pelaku dengan anak korban terlibat pertengkaran.

“Anak korban menceritakan kepada bapaknya (korban, red) telah bertengkar dengan pelaku. Selanjutnya korban menemui pelaku untuk memberi nasihat dan teguran. Tapi ternyata pelaku kemudian tidak terima sehingga menikam korban di bagian dadanya,” jelas Aiptu Agus.

Dari hasil pemeriksaan di kamar jenazah, korban mengalami luka tikaman hanya satu liang. Tapi meski pun demikian, tikaman tersebut benar-benar mengerikan. Dada kanan korban tak jauh dari ketiaknya mengalami luka robek cukup besar.

Luka tersebut sangat dalam. Saking dalamnya paru-paru korban jebol dan tembus juga sampai ke rongga tulang belakang. Oleh tim medis luka tersebut dijahit dan korban kemudian dibawa keluarganya untuk disemayamkan di rumah duka.