Merobek Lalu Membuang Alquran ke Parit, Oknum Polisi Ini Cuma Dituntut 1 Tahun 4 Bulan

Sidang Terkesan Ditutup-tutupi, Persis Kayak Sidang Pencabulan Anak Bawah Umur

Brigadir Tommy Daniel Hutabarat patut disebut rasis. Oknum polisi yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan ini, sengaja menyusup ke dalam mesjid untuk mencuri Alquran, lalu merobek-robek dan membuangnya ke dalam parit. Mirisnya, kasus pencurian disertai penistaan terhadap kitab suci umat Islam itu, hanya dituntut ringan. Sidangnya pun terkesan ditutup-tutupi.

Sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Tommy Daniel Hutabarat digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (21/08/2018). Selama sidang digelar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Utomo, seolah berupaya hendak menutup-nutupinya dari peliputan awak media. Pintu ruang sidang yang sejatinya tidak pernah ditutup, jaksa Sindu menutupnya rapat seperti sidang pencabulan anak di bawah umur. Padahal, sidang itu dari awal dinyatakan majelis hakim terbuka untuk umum.

Dalam sidang yang digelar ketika waktu Sholat Dzuhur itu, JPU Sindu Utomo hanya menuntut Brigadir Tommy Daniel Hutabarat dihukum selama 1 tahun 4 bulan penjara. “Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Brigadir Tommy, selama 1 tahun dan 4 bulan penjara. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 156 huruf A,” ucap Sindu dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 4, Pengadilan Negeri Medan.

Terdakwa Brigadir Tommy saat sidang berlangsung terlihat tak ada sedikitpun raut penyesalan yang keluar dari wajahnya. Dia malah masih sempat melempar senyum kepada jaksa seusai pembacaan tuntutan.

Usai pembacaan tuntutan JPU, majelis hakim diketuai Sontan Merauke Sinaga, menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan dari terdakwa Brigadir Tommy. “Saudara punya hak untuk membela diri. Siapkan pembelaan Saudara, boleh lisan, boleh ditulis. Sampaikan pada sidang pekan depan,” kata Sontan sebelum menutup sidang.

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa, disebutkan terdakwa Brigadir Tomi pada hari Kamis, 10 Mei 2018 pagi, bersama ibunya mengantarkan istrinya yang hendak melahirkan ke Rumah Sakit Adam Malik Medan. Sesampainya di IGD Rumah Sakit Adam Malik, selanjutnya istri terdakwa dibawa ke lantai III ruang melahirkan. Terdakwa yang menunggu proses persalinan istrinya itu, kemudian turun untuk mengambil tas di parkiran mobil. Namun pada saat itu, terdakwa malah menuju Mesjid Nurul Iman Rumah Sakit Adam Malik. Dia masuk ke teras mesjid melewati lorong mesjid melalui bagian belakang ruangan. Dia langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil.

Saat itu, terdakwa sempat melihat di lemari dalam mesjid terdapat beberapa buah Alquran. Setelah dari kamar mandi, lalu terdakwa langsung masuk kedalam mesjid melalui pintu samping dan mengambil 4 buah Alquran dan membawanya ke kamar mandi. Kemudian terdakwa Brigadir Tommy merobek-robek 2 buah Alquran dan membuangnya ke dalam parit. Sedangkan 2 buah Alquran lagi, diletakkan di atas parit dekat tembok kamar mandi. Usai melakukan hal itu, terdakwa keluar dari mesjid dan pergi mengambil tas dalam mobil dan membawanya ke lantai III.

Kasus ini terungkap setelah sejumlah saksi melihat ada kitab suci yang berada di atas parit dan ada juga yang rusak akibat disobek-sobek. Mereka kemudian memeriksa CCTV mesjid dan melihat terdakwa yang melakukannya. Kejadian ini pun dilaporkan ke polisi. Bintara yang bertugas di Dokkes Polrestabes Medan ini pun diringkus dan ditahan, lalu diadili di PN Medan. Brigadir Tommy Daniel Hutabarat menjadi pesakitan akibat melecehkan, menodai dan merendahkan agama Islam, karena Alquran adalah kitab suci umat Islam sehingga perbuatannya dapat menimbulkan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap seluruh umat Islam. (Zainul Arifin Siregar)