Maut di Tenda Biru, Tiga Tewas Satu Kritis

Kematian menghampiri tiga pekerja Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Mereka meregang nyawa di dalam sebuah tenda biru kawasan perkebunan PTPN III Desa Hessa Pondok Sei Dadap, Asahan, Rabu (1/8/2018). Seorang selamat setelah dilarikan ke klinik kesehatan terdekat.

Keempat pekerja SUTET yang malang itu ditemukan sekitar pukul 08.30 Web. Mereka ditemukan Marni, karyawan perkebunan. “Waktu itu, saya bersama rekan mau menyemprot rumput di areal PTPN 3 Sei Dadap.Tiba-tiba, kami melihat empat orang pekerja tower Sutet dalam posisi tergeletak dalam tenda biru itu,” ujarnya.

 

Temuan itu langsung dilaporkan ke mandor kebun yang diteruskan ke Polres Asahan. Polisi langsung ke lokasi mengevakuasi mayat untuk dibawah ke rumah sakit untuk keperluan visual.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP M Arif membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurutnya, tiga orang dari yang ditemukan sudah meregang nyawa, sedangkan seorang lagi dalam kondisi kritis masih bisa diselamatkan ke klinik kesehatan.

Ketiga korban tewas masing masing Dikasih (25), Ran (40) dan Ridwan Ekayana (30). Semuanya tercatat warga Kampung Mengke Baru, Kabupaten Batubara. Sedangkan korban selamat adalah Kiki (35) warga Kampung Antara, Kecamatan Lima Puluh.

Sejauh ini polisi masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian para pekerja SUTET tersebut. Dugaan sementara penyebabnya adalah keracunan makanan maupun asap yang ditimbulkan dari mesin genset.

“Berdasarkan informasi dan hasil olah TKP, kami menduga bahwa penyebab kematian ketiga pekerja tower sutet itu dan satu orang lainnya lemas tidak berdaya, disebabkan oleh dua faktor yaitu karena faktor keracunan makanan dan keracunan akibat menghirup asap yang dihasilkan oleh mesin genset,” tutur Arif.

Dugaan keracunan itu muncul setelah di lokasi didapati sisa makanan seperti mie instan, nasi dan sayur ikan. Selain itu juga ditemukan mesin genset di dalam tenda biru yang dihuni keempat pekerja itu.

Senada juga diutarakan oleh Kapolsek Simpang Empat, AKP Supriadi. “Penyebab pasti terkait kejadian itu masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut. Kita juga sudah meminta keterangan dari Kiki, korban yang selamat,” tukasnya.