Mau Dibawa Ke Puskesmas, Bayi Hasil Hubungan Gelap Meninggal Dunia

Mayi berjenis kelamin laki-laki yang baru dilahirkan mengemparkan masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, bayi yang diduga hasil hubungan gelap tersebut meninggal setelah dibawa dengan cara dimasukan di dalam jok sepeda motor.

Kejadian ini bermula saat seorang laki-laki bersama seorang perempuan membawa bayi di dalam jok sepeda motor Nmax yang dikendarainya. Informasi yang berhasil dikumpulkan beritajatim.commenyebutkan, jika bayi tersebut baru saja dilahirkan di sebuah villa yang ada di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Keduanya membawa bayi tersebut dengan cara menaruh di jok sepeda motornya. Mereka membawa bayi tersebut ke Puskemas Gayaman, Kecamatan Mojoayar, Kabupaten Mojokerto. Namun karena dalam kondisi kritis dan minimnya peralatan, pihak puskesmas menyarankan untuk dibawa ke RS Gatoel, Kota Mojokerto.

Laki-laki yang membawa bayi tersebut ikut dalam ambulance Puskesmas Gayaman ke RS Gatoel, sementara perempuan yang bersamanya membawa sepeda motor Nmax mengikuti ambulance dari belakang. Namun selanjutnya perempuan tersebut tidak ikut ke RS Gatoel.

Dalam perjalanan, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut meninggal sehingga oleh pihak RS Gatoel dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Laki-laki yang membawa bayi tersebut diduga adalah orang tua bayi turut serta hingga ke ruang jenazah.

“Tadi itu, katanya dia (laki-laki diduga orang tua bayi, red) bawa bayi ke Puskesmas Gayaman tapi karena kritis dan peralatannya minim, makanya sama perawatnya dibawa ke RS Gatoel. Tadi ditemani empat perawat tapi akhirnya meninggal,” ungkap salah satu satpam RS Gatoel, Senin (27/8/2018).

Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki yang masih lengkap dengan ari-ari tersebut saat ini berada ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Sementara laki-laki yang membawa bayi tersebut dibawa pihak Satreskrim Polres Mojokerto guna diminta keterangan terkait bayi tersebu

Tak urung dua  pembawa bayi kemudian ditangkap dan jadi tersangka. Mereka dalah Dimas Sabhra Listianto (21) dan Cicik Rocmatul Hidayati (21) akan dinikahkan di Mapolres Mojokerto. Hal tersebut dibenarkan orang tua tersangka Dimas.

“Ini sudah saya serahkan ke pengacara, nanti kita salah ngomong, menyalahi aturan. Kalau anaknya biasa saja, dia aktif di karang taruna dan volly. Soal itu (hubungan dengan tersangka Cicik, red), saya tidak tahu,” ungkap Jianto, Selasa (28/8/2018).

Masih kata warga Gresik ini, orang tua bekerja dan menurutnya, anaknya sudah dewasa sehingga sebagai orang tua sudah tidak ikut campur. Karena menurutnya, lanjut Jianto, selama ini tidak ada masalah.

“Mohon maaf kasus ini sudah kita serahkan ke pengacara, saya tidak bisa bicara banyak nanti menyalahi aturan. Insya Allah, doakan saja,” ujarny saat ditanya sejumlah wartawan saat adakah rencana pernikahan keduanya di Mapolres Mojokerto