Mantan Pemain Timnas Indonesia Dihukum 1 Tahun Penjara

Menganiaya dan Coba Memperkosa Teman Wanitanya

Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Andika Yudhistira Lubis, dihukum satu tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan terhadap seorang wanita berusia 26 tahun berinisial ABS.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan diketuai Deson Togatorop menyebut bahwa Andika sah melanggar Pasal 293 KUHPidana. “Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Andika Yudhistira Lubis selama satu tahun,” kata hakim ketua, Deson di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/8/2018).

Selain hal memberatkan, majelis hakim juga menyatakan hal-hal yang meringankan. Antara lain, terdakwa Andika mengakui perbuatannya dan telah berdamai dengan korban. “Atas putusan ini saudara diberi hak untuk mengajukan banding jika tidak puas dengan putusan hakim, atau pikir-pikir atau menerima putusan ini,” ungkap Deson.

Menanggapi putusan tersebut, Andika menyatakan masih pikir-pikir mengajukan upaya hukum banding atau tidak. Sikap yang sama juga diperlihatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa selama dua tahun penjara. “Kita akan melaporkan putusan ini dulu ke pimpinan. Setelah itu, baru kita mengambil sikap,” ungkap Randi.

Andika saat diperiksa di Polrestabes Medan setelah dicokok saat berlatih sepakbola di lapangan Mariendal, Patumbak, Deliserdang.

Seperti diketahui, Andika Yudhistira Lubis diduga melakukan penganiayaan dan pecabulan terhadap ABS. Percobaan pemerkosaan itu terjadi saat mereka melakukan pertemuan usai berkenalan pada Sabtu 17 Maret 2018 silam.

Andika mencoba memperkosa ABS di dalam mobil Toyota Avanza yang dikemudikannya. Tapi, Andika gagal memperkosa, sebab ABS dapat mempertahankan diri. Karena kesal, Andika pun memukuli ABS hingga tak sadarkan diri. Andika lalu membuang ABS di tepi Jalan Seksama Medan.

Kemudian, Andika ditangkap polisi saat berlatih sepak bola di BSD Pantai Rambung, Kecamatan Mariendal, Kabupaten Deli Serdang, Minggu, 23 Maret 2018.

Berdasarkan catatan kepolisian, mantan pemain PSMS Medan ini tak sekali ini saja berhadapan dengan hukum. Pada 2013-2014, Andika pernah ditangkap Polda Sumut dalam kasus kepemilikan pil ekstasi. Di persidangan, Andika akhirnya diputus bersalah dan dibui selama 9 bulan di penjara.

Kemudian pada 2016, Andika juga terlibat dalam kasus pencabulan di Jalan STM. Namun, korban tak membuat laporan ke polisi. Setahun berselang yakni di tahun 2017, Andika terlibat kasus pencurian dan diamankan di Polsek Medan Baru. Namun saat itu Andika berdamai dengan korbannya.