Mahasiswa Unhas Tewas Di Kolam Ikan Diduga Terpeleset, Tapi Polisi Curiga

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Hasanuddin (Unhas), bernama Ahmad Taqwa alias Wawan (21), ditemukan tak bernyawa di dalam kolam ikan rumahnya di Pondok Garuda, Kampung Kera, Jalan Kerabat, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Jumat (24/8/2018) dini hari.

Mahasiswa angkatan 2015 ini, ditemukan pertama kali oleh sepupunya sendiri bernama Muhammad Sadiq (25). Ia ditemukan di dalam kolam ikan yang dipenuhi darah dengan keadaan terapung dan tak bernyawa serta hanya menggunakan celana pendek.

Pada saat proses evakuasi yang dilakukan oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Sulsel, korban terlihat terpaksa diangkat dari dalam kolam ikan hanya menggunakan selang pipa air.

Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap badan korban, terlihat di kepala korban pada bagian belakang mengalami pendarahan dengan luka bocor karena diduga benturan keras dan sedangkan pada tubuhnya yang lain tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Dugaan awal korban terpeleset lalu terjatuh di dalam kolam. Dan pada saat terjatuh kepalanya terbentur,” ucap Kapolsek Tamalanrea, Kompol Syamsu Bachtiar saat ditemui di lokasi kejadian.

Meski demikian, pihaknya masih mendalami kasus ini dan menunggu keterangan resmi dari Biddokkes Polda Sulsel terkait penyebab pasti kematian korban.

“Masih sementara penyelidikan karena kita masih menunggu keluarga korban dari Soppeng. Jangan sampai korban mempunyai riwayat penyakit kan, jadi kita tunggu dulu keluarganya,” tambahnya.

Korban merupakan angkatan 2015, ia dikabarkan baru saja selesai melakukan KKN. Dan di rumahnya yang cukup besar dan dijadikan kos-kosan tersebut hanya tinggal bersama sepupunya karena kamar yang lain tidak berpenghuni.

Kini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kepolisian mencurigai adanya kejanggalan di balik tewasnya mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Ahmad Taqwah alias Wawan (21) Kamis (23/8/2018) malam.

Sebab, polisi menemukan bercak darah di tembok dan pinggiran kolam tempat jenazah korban ditemukan mengapung.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, setelah memeriksa kondisi rumah di bagian belakang, kemungkinan orang lain masuk melalui jalur itu tipis. Sebab sarang laba-laba di celah yang dapat dilalui tidak rusak.

“Kan kita duga kasus dugaan penganiaya pelaku dari belakang. Karena bagian tengah, depan tipis. Jadi kita duga lewat dari belakang,” katanya, saat ditemui di Pondok Garuda, Jl Kerabat nomor 01, Kelurahan Kera-kera, Kecamatan Tamalanrea kediaman korban Jumat (2/8/2018).

Kata perwira tiga bunga itu, Polrestabes akan terus melakukan upaya penyelidikan untuk mengatahui korban meninggal. Apalagi ditemukan tanda-tanda kekerasan di kepala bagian belakang.

“Ada dua titik bercak darah, di atas kolam dan pinggir kolam yang merupakan petunjuk,” jelasnya.

Sementara itu, sepupu korban, Muhammad Sadiq (25) menerangkan, jenazah Wawan telah dibawa ke rumah duka, Paowe, Kabupaten Soppeng. Rencananya ia dimakamkan ba’da Jumat.