Lima Warga Sukabumi Gagal Diselundupkan Ke Sarawak Jadi Buruh Pabrik

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sangau, Kalimantan Barat (Kalbar) menggagalkan upaya perdagangan manusia melalui jalan pintas di sekitar pos lintas batas negara (PLBN) Entikong menuju Sarawak, Malaysia.

“Kelima korban merupakan warga Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), yang tergiur dengan iming-iming janji mendapat gaji besar,” kata Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi di Sanggau, Kamis (2/8/2018).

Kelimanya yakni Gunawan (25), Saepuloh (49), Amsir (53), M Saleh (52) dan Denni Suhendar (37). Petugas Polsek Entikong berhasil menggagalkan upaya tersebut saat melaksanakan patroli di jalur tikus yang berada di PLBN Entikong, Jumat (27/7) lalu.

Dia menambahkan, para calon korban dijanjikan akan mendapatkan gaji sebesar RM 200 per bulan, dan bekerja di sebuah pabrik minyak kelapa sawit.

“Jadi saat itu, anggota Polsek Entikong sedang berpatroli di jalur tikus, saat akan masuk ke wilayah Malaysia yang berada di sebelah kanan PLBN terletak di belakang Pasar Baru Entikong,” ujar Imam.

Selain kelima orang tersebut, polisi juga mengamankan dua orang yang bertugas sebagai petunjuk jalan atas nama Rinto dan Agus Febiansyah.

Imam mengatakan, usai memeriksa dokumen kependudukan para korban, selanjutnya ke tujuh orang tersebut diamankan ke PLBN Entikong untuk diinterogasi.

“Dua orang petunjuk jalan mengaku disuruh AV warga Sangau untuk mengantar masuk lima orang yang diduga calon TKI ilegal tersebut ke wilayah Tebedu Malaysia,” ujarnya.

Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian menangkap AV. Kedelapan orang tersebut kemudian dibawa ke Mapolsek Entikong untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menduga masih banyak pihak yang terlibat kasus perdagangan manusia ini.

“Saat ini kita masih melaksanakan pengembangan. Untuk penyalurnya sedang dilaksanakan pencarian oleh anggota,” kata Imam.