Komplotan Pencuri Beras Bulog Dibekuk Polres Mokokerto

Lima pelaku pencurian beras di gudang Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan berhasil diringkus anggota Satlantas Polres Mojokerto. Pelaku Roy Laurndha (31) warga Citra Niaga Blok A-16 Denanyar, Kabupaten Jombang merupakan otak dalam aksi tersebut.

Dia mengaku nekat melakukan aksinya lantaran menjadi kuli panggul di gudang Bulog Sub Divre II Wilayah Surabaya Selatan hanya mendapatkan upah sebesar Rp20 ribu perhari. “Ini kali kedua karena upah yang saya terima tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya, Rabu (29/8/2018).

Masih kata pelaku asli Medan ini, ia sengaja melakukan aksi tersebut lantaran penghasilan menjadi kuli panggul sangat minim. Ditambah, adanya dorongan dari teman-temanya yang juga sam-sama membutuhkan uang untuk biaya anak sekolah, juga kebutuhan untuk keluarga sehari-hari.

“Dalam sehari Rp20 ribu tidak cukup, kadang juga dapat Rp100 ribu bahkan lebih, tergantung barang yang datang banyak atau tidak. Saya sudah tiga tahun jadi kuli panggul, tapi saya tidak ikut menjual barang curian yang pertama. Ada yang menjual ke toko klontong cara eceran. Yang pertama dapat bagian masing-masing Rp650 ribu,” jelasnya.

Roy Laurndha menjalankan aksinya bersama Sukadi, Kasiyan dan Ahmad Sa’i warga Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Mojokerto, dan Darno warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.

Barang bukti yang diamankan dari para pelaku diantaranya, satu unit mobil L 300 nopol S 8943 RB, 24 sak beras raskin dan dua batang besi (gancu). Kelima pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 3e dan 4e KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan ancaman tujuh tahun penjara.