Kepala Desa Dikeroyok Dua Pemuda Mabok

Suwadi Sulton (64), Kepala Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dikeroyok dua anak muda, Rabu (22/8/2018) dini hari.

Pengeroyokan terjadi sekitar pukul satu di depan taman makam pahlawan, Jalan Semboro, Dusun Krajan, Desa Tanggul Wetan. Dua orang pria diamankan polisi, yakni berinisial RG (18), warga Dusun Tekoan, Desa Tanggul Kulon, dan NS (22), warga Dusun Songon, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro.

Semua berawal saat puluhan pemuda sedang berpesta minuman keras oplosan di sebelah barat Stadion Tanggul. RG mengakui jika mereka patungan untuk membeli alkohol 70 persen ditambah minuman energi dan air mineral.

Kehadiran mereka mengganggu warga, karena membunyikan gas sepeda motor keras-keras (bleyer). Suwadi menegur dan meminta mereka agar tak mengganggu. “Tersangka tidak terima dan langsung mendorong korban hingga korban terjatuh,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo.

Namun menurut versi RG, Suwadi memukul NS. Ini membuat RG emosi dan memukul dada Suwadi dan mendorongnya. Pengeroyokan pun terjadi. Beruntung, warga yang tahu segera membantu Suwadi dengan melempari para pemuda itu dengan batu. Suwadi pun dilarikan ke puskesmas dan dirujuk ke RS Daerah dr. Soebandi.

Akibat penganiayaan itu, Suwadi mengalami luka lebam pada bagian kepala dan lecet di lengan kanan dan kiri. Polisi pun bergerak mengamankan tujuh pemuda yang diduga terlibat pengeroyokan. Namun baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kini RG menyesal telah mengeroyok Suwadi. Ia baru tahu jika yang dikeroyok adalah seorang kepala desa yang disegani dan dijuluki Abah Takur. “Kalau tahu, saya tidak akan melakukannya,” katanya.