Kejatisu Ringkus Bekas Pj Bupati Sergai

6 Tahun Diburon Terkait Pidana Korupsi

Pelarian Chairullah berakhir sudah. Bekas Penjabat Bupati Serdangbedagai ini ditangkap tim intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) setelah enam tahun menjadi buronan terpidana kasus korupsi. Chairullah diringkus dari persembunyiannya di Jalan Kalisuren Perumahan Griya Kalisuren Blok A2 No 14, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/8/2018) dini hari.

Penangkapan Chairullah dibenarkan Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian. “Asintel langsung yang memimpin penangkapan,” ujar Sumanggar, Sabtu siang.

Chairullah dijerat kasus rasuah saat menjabat Sekda Deliserdang pada tahun 2004. Ia terserempet kasus korupsi proyek Bantuan Pembinaan Keamanan Ketertiban Pemilu tahun 2003 dan Bantuan Pembinaan Kemasyarakatan Kabupaten Deliserdang tahun 2004. “Kasus ini menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2.145.000.000. Perbuatan itu dilakukan Chairullah saat menjabat Sekda Kabupaten Deliserdang,” papar Sumanggar.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2100 K/Pid.Sus/2009 tanggal 21 Agustus 2010, Chairullah dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp 50 juta, subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 2.094.000.000 subsidair 1 tahun penjara.

“Sesuai putusan MA ini, dia dinyatakan terbukti secara secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan sebagai perbuatan berlanjut dalam kasus tersebut. Namun, Chairullah melarikan diri hingga akhirnya ditetapkan sebagai buronan pada 2012,” pungkas Sumanggar.

Chairullah masuk DPO setelah Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam menerbitkan surat Nomor: B-1557/N.2.22/Dsp.1/04/2012 tanggal 23 April 2012.

Saat penangkapan berlangsung, tim intelijen Kejatisu terlebih dahulu melakukan upaya persuasif. Baik Chairullah maupun keluarganya diminta kooperatif melaksanakan putusan Mahkamah Agung.”Pengamanan DPO berjalan aman. baik DPO maupun keluarganya sangat kooperatif,” sebut Sumanggar.

Selanjutnya tim intelijen memboyong Chairulah ke Kejatisu untuk diproses administrasi. Tiba di Kantor Kejati Sumut, eks pemain PSMS ini tampak mengenakan masker. Pria bertubuh tambun tersebut terpaksa dipapah dengan menggunakan kursi roda. “Di Kejati Sumut, dia menjalani proses administrasi. Kemudian, tim intelijen menyerahkan buronan ini ke Kejari Deliserdang untuk dieksekusi ke LP Lubukpakam,” tukas Sumanggar. (Zainul Arifin Siregar)