Kejatisu Comot Bekas Kacab BRI Agro Pekanbaru

Kasus Kredit Merugikan Negara Rp 5,3 Miliar

Tim Intelijen Kejatisu kembali beraksi. Kali ini, aparat Adhyaksa itu mencomot bekas Kepala Cabang BRI Agro Pekanbaru, Syahroni Hidayat, dari persembunyiannya, Rabu (1/8/2018) malam.

Syahroni dicokok di Perumahan Johor Indah Permai 2 Blok A Medan Johor. Ia masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejari Pekanbaru sejak Desember 2017 silam, terkait kasus pemberian kredit 18 debitur non performing loan (NPL) pada 2009 yang merugikan negara hingga Rp 5,3 miliar.

Tim Intelijen Kejatisu dibawah pimpinan Asintel Leo Simanjuntak, bergerak cepat melakukan penangkapan usai menerima informasi dari Kejari Pekanbaru dan Kejati Riau. Sebelumnya, untuk memastikan posisi DPO tersebut, intelijen Kejatisu lebih dahulu melakukan pengintaian. Hasilnya, Syahroni pun terciduk tanpa perlawanan.

Kasipenkum Kejatisu Sumanggar Siagian, membenarkan adanya penangkapan itu. “Pak Asintel langsung yang memimpin penangkapan,” tegasnya.

Menurut Sumanggar, ada dua tersangka dalam kasus ini. Masing masing Jauhari Y Hasibuan selaku mantan Pegawai PTPN V dan Syahroni. Hanya saja, penyidikan Jauhari gugur demi hukum karena telah meninggal dunia.

Kasus ini berawal saat BRI Agro Cabang Pekanbaru mengucurkan dana modal kerja guna pembiayaan dan pemeliharaan Kebun Sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul dengan total plafon sebesar Rp 5,3 miliar.

Pada 2015, baru muncul masalah. Lahan yang diagunkan seluas 54 hektar kepada 18 debitur atas insial S ternyata tidak bisa dikuasai pihak bank. Selain itu, lahan tersebut masuk kawasan kehutanan sehingga status tanah tidak dapat ditingkatkan menjadi SHM. Sedangkan tersangka S sendiri mengundurkan diri pada 2012 diduga untuk menghilang jejak. “Selama pelarian, tersangka melakukan kegiatan jual beli mobil di kawasan Medan,” jelas Sumanggar seraya menyebut tersangka akan diserahkan ke Kejari Pekanbaru.

Tersangka Syahroni merupakan DPO ke-19 yang berhasil ditangkap Intelijen Kejatisu dalam kurun April hingga awal Agustus 2018. Sedangkan total keseluruhan DPO yang ditangkap kejaksaan se-Sumut mencapai 143 tersangka.