Kedubes AS Belang, Ada Ancaman Teror Ke Konsul Jenderal Australia Di Surabaya

Entah cuma ngibul atau betul, Jumat (23/8/2018) Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Australia mengeluarkan peringatan keamanan terkait adanya dugaan rencana teror bagi warga asing di Surabaya.

Tepatnya, adanya ancaman bagi pihak Konsulat Jenderal Australia yang akan menghadiri acara peresmian di Universitas Airlangga pada hari itu.

Pihak Australia, selaku target teror, dalam berbagai laman resminya mengatakan jika berdasarkan informasi yang mereka terima dari pihak Amerika Serikat memutuskan harus terpaksa membatalkan sejumlah acara Konsul Jenderal dan staff mereka yang ada di Surabaya. Peningkatan keamanaan pun dilakukan secara menyeluruh.

Sabtu (25/8/2018), kepada beritajatim.com, Christine Getzler-Vaughan selaku Head of the Pers Section Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya menjelaskan permasalahan itu secara gamblang. Hal ini dikarenakan agar masalah adanya dugaan rencana teror itu tidak menjadi bias dan merugikan banyak pihak.

Getzler-Vaughan menjelaskan jika peringatan keamanan itu secara spesifik hanya diberlakukan satu hari. Yakni pada Jumat (23/8/2018) saja. “Peringatan ini merespon dari laporan media yang mengungkap ada potensial target teror di acara yang diselenggarakan di Unair,” katanya.

“Sepehaman saya, ada ancaman yang ditujukan bagi Konsul Jenderal Australia dan disebar luaskan melalui sosial media dan media-media konvensional,” tambah Getzler-Vaughan.

Lebih lanjut, Ia menegaskan jika peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat adalah bentuk tanggung jawab mereka untuk melindungi setiap WN Amerika Serikat yang ada di Surabaya. “Peringatan pada tanggal 23 adalah secara spesifik berlaku pada saat itu saja,” ujarnya.

“Travel Alert adalah untuk merekomendasi agar WN Amerika punya rencana keamanan, dan perhatian pada situasi,” tegas Getzler-Vaughan.

Dari pihak Australia, belum ada komentar lebih lanjut usai peringatan itu dikeluarkan. beritajatim.com sempat meminta official statement dari Paul Zeccola yang merupakan salah seorang staff Konsul Jenderal Australia di Surabaya.

Oleh Zeccola, beritajatim.com diarahkan untuk menghubungi Ian Gerard yang merupakan Kepala Bagian Media di Kedutaan Australia untuk Indonesia. Hanya saja, hingga berita ini ditulis, pesan elektronik yang dikirimkan belum mendapatkan respon.

Bagaimana dengan Universitas Airlangga yang disebut-sebut akan menjadi lokasi aksi teror? Kepala PIH Unair Suko Widodo menegaskan jika kondisi kampus maupun Kota Surabaya saat ini kondusif dan aman.

“Pihak kami telah menyampaikan keberatan mendalam atas pembatalan tersebut, karena menurut kami
Situasi dan kondisi kampus dan juga kota Surabaya sangat aman,” kata Suko.

“Atas semua informasi simpang siur tersebut, kami telah berkoordinasi dengan pihak aparat kepolisian. Kami memantau perkembangan informasi dan kami meyakini bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan ada kondisi keamanan di wilayah kami. Situasi di kampus berjalan seperti biasanya. Perkuliahan dan aktivitas lainnya di kampus berlangsung lancar,” tegasnya.